Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Clarita Ismail,Qori’ah Cilik Peraih Juara 1 Nasional

Oleh Berita Hargo , dalam Headline , pada Kamis, 7 Juni 2018 | 16:26 Tag: , ,
  

Hargo.co.id– Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Itulah yang tergambar pada diri Clarita Ismail (14). Di kala usia baru lima tahun, Clarita suda kepincut mendengar suara merdu sang ibu Hadija Arsyad melantukan ayat suci alquran. Hasilnya, gembelengan sang ibu membawa gadis cilik ini menjuarai cabang lomba Qori pada MTQ Tingkat Nasional di Jogjakarta 2017, serta Juara I MTQ Tingkat Provinsi Gorontalo 2018.

     Franco Bravo Dengo – BATUDAA

Jika biasanya anak umur lima tahun sering menghabiskan waktu bermain, Clarita Ismail atau yang biasa disapa Ica, lebih memilih memanfaatkan waktunya untuk belajar mengaji kepada, ibundanya Hadija Arsyad yang saat itu masih aktif sebagai Qoriah.

Minatnya itu tumbuh, dimulai sejak Ica sering mengikuti sang ibu untuk pergi mengaji. Hingga di umur yang segitu, Ica didaftarkan ibunda ke Taman Pengajian Alquran (TPA) Al Badrun di tempat tinggalnya Desa Tabongo Timur, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

“Saya sangat suka mendengar mama mengaji, dan ingin sekali diajarkan. Bahkan, saya sering merampas mik yang dipegang mama saat mengaji,” ujar Ica sambil bercanda.

Prestasinya di bidang tilawah dimulai saat anak kedua dari tiga bersaudara ini, duduk dibangku kelas empat SD. Di tahun 2013, Ica yang menjadi perwakilan kecamatan, berhasil menjuarai MTQ tingkat Kabupaten. Sejak itu, prestasinya mulai meningkat, sehingga di tahun yang sama, ia menjuarai MTQ tingkat Provinsi Gorontalo mewakili Kabupaten Gorontalo.

Petualangan meraih medali Ica tidak berhenti di situ. Pada 2015 gadis berkulit sawo matang ini menjadi perwakilan Provinsi Gorontalo di tingkat Nasional, dan berhasil menyabet juara dua. Puncaknya, di tahun 2017 kemarin, gadis yang juga hobi menyanyi ini menjadi kebanggaan Provinsi Gorontalo, saat dirinya menjadi jawara MTQ Nasional di Jogjakarta.

Seperti Qoriah lainnya, Ica sangat mengidolai sosok Sarini Abdullah, dan menjadikannya panutan. Namun, tetap saja, sang ibu masih menjadi orang nomor satu yang dijadikannya sebagai insipirasi. Karena prestasi luar biasanya, Ica mendapatkan beasiswa dari pemerintah Provinsi Gorontalo ke Pondok Pesantren Baitul Qurro yang berada di Jakarta.

Di sana, Ica lebih memperdalam dan mempertajam ilmu agama, serta dunia tilawah yang ia gemari. Saat ini, Ica sedang melakukan untuk mengikuti perlombaan MTQ Nasional yang akan diadakan di Medan bulan september nanti.

“Ya, selain terus berlatih. Saya juga menghindari terlalu banyak makan makanan berminyak, untuk menjaga kualitas suara,” uca Ica.

Lahir dari keluarga yang hidup seadanya, sang ayah bekerja sebagai petani, sedang ibundanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Ica mempunyai cita-cita mulia, yakni ingin menjadikan kedua orang tuanya itu naik haji. Tak hanya itu, gadis cilik ini ternyata menyimpan mimpi untuk menjadi seorang Qoriah Internasional, layakny sang idola Sarini Abdullah.

“Insya Allah, suatu saat nanti saya ingin memberangkatkan mama dan papa untuk berhaji. Impian saya, ingin menjadi Qoriah Internasional, agar bisa menjadi kebanggaan keluarga, Negara dan daerah Gorontalo tercinta.(hg)

(Visited 45 times, 1 visits today)

Komentar