Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Corona ‘Memukul’ Pertumbuhan Ekonomi di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:05 WITA Tag: ,
  Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kanan), menjadi keynote speaker pada webinar Forum Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Gorontalo tahun 2020 di ruang kerja Wagub, Selasa (20/10). (Foto: Istimewa : Haris – Humas)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pandemi Covid-19 ikut memukul pertumbuhan ekonomi di Gorontalo. Pada triwulan II tahun ini, pertumbuhan ekonomi berada pada level negatif pada angka -0,27 persen, kondisi ini sama seperti yang dialami daerah-daerah lain. Angka yang ada lebih rendah dari triwulan sebelumnya pada posisi 4,05 persen.

Perekonomian di Gorontalo ini, dibahas dalam Forum Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Gorontalo, yang diselenggarakan Bank Indonesia Gorontalo, Selasa (20/10). Kajian ekonomi yang berlangsung secara virtual ini turut diikuti Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, dalam pemaparannya, kemarin, mengatakan, level negatif pada pertumbuhan ekonomi Gorontalo triwulan II 2020 itu, merupakan angka terendah sejak tahun 2000 atau sejak Provinsi Gorontalo berdiri.

BACA  Berkunjung ke Pantai Minanga, Wajib Terapkan 3M

Dengan kondisi tersebut, kata Idris, Pemprov Gorontalo mengambil berbagai langkah strategis untuk menangani dampak meluasnya pandemi Covid-19. Mulai dari realokasi dan refocussing anggaran untuk sarana prasarana kesehatan, Jaring Pengaman Sosial, dan stimulus bagi UMKM, hingga percepatan penyerapan anggaran untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

“Alhamdulillah belanja APBD Pemprov Gorontalo mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri karena realisasinya melampaui target. Hingga bulan September 2020 realisasi fisik sebesar 74,93 persen dan keuangan mencapai 63,18 persen,” jelas Wagub.

Idris mengutarakan, kontribusi daerah sangat penting dalam rangka mendorong PEN. Oleh karena itu, Pemprov Gorontalo telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk segera membelanjakan anggarannya dengan harapan dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta menggerakkan roda ekonomi di daerah.

BACA  Warga Kabila Mulai Sadar Soal Penerapan Protokol Kesehatan

“Pemprov Gorontalo juga terus mendorong investasi untuk mengelola potensi daerah di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi daerah dan nasional,” ucap Idris.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Budi Widihartanto, menjelaskan, pandemi Covid-19 telah mematahkan prediksi pertumbuhan ekonomi global dari yang semula diperkirakan tumbuh positif menjadi terkontraksi negatif. Menurutnya, ketidakstabilan dan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada resesi.

“Sejalan dengan kondisi perekonomian secara nasional juga berdampak pada kinerja perekonomian di Gorontalo. Pertama kalinya perekonomian Gorontalo mengalami kontraksi negatif. Padahal rata-rata dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Gorontalo berada di level tujuh persen,” jelas Budi.

BACA  Munculkan Kreativitas di Masa Pandemi

Budi menambahkan, pemerintah telah mengalokasikan dana kurang lebih sebesar Rp 695,2 triliun pada tahun 2020 untuk program PEN baik di sisi produksi maupun konsumsi. Dana tersebut antara lain akan dialokasikan untuk program kesehatan, sosial, UMKM, dan koperasi.

“Pencapaian realisasi PEN saat ini mencapai Rp 344 triliun atau setara 49 persen dari total pagu tersebut,” tandas Budi. (***)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar