Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cover Dana Vaksin, Nelson Pomalingo Segera Revisi APBD

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 17 Desember 2020 | 20:05 WITA Tag: , , ,
  Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo


Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengungkapkan jika pihaknya segera merevisi APBD 2021. Alasannya agar dana vaksin dapat tercover sehingga masyarakat dapart dilayani.

Kepada wartawan, Nelson Pomalingo mengungkapkan jika APBD 2021 Kabupaten Gorontalo telah selesai, dan dalam tahap evaluasi gubernur. Karena itulah Pemda akan menunggu hasil penilaian gubernur, dan akan melakukan penyesuaian setelah evaluasi itu ada.

“Kemarin saya sudah menelepon Ibu sekda, Kepala Bappeda, dan Kepala Keuangan serta Kepala Dinas Kesehatan, agar segera melakukan revisi APBD lagi. Kemudian kita menyiapkan dana untuk vaksin itu. Sehingga benar-benar masyarakat terlayani dengan baik,” tegas Nelson Pomalingo.

BACA  Hajatan Libatkan Orang Banyak, Harus Seizin Bupati/Walikota

Lanjut katanya, jika Covid-19 terus mewabah, maka biaya akan lebih mahal. Karena rakyat, tidak bisa bekerja dengan baik, kita terkurung, dan ekonomi tidak jalan. Biayanya akan lebih mahal, lebih baik biaya itu dikeluarkan untuk vaksin.

Sementara itu meski belum bisa dipastikan berapa jatah vaksin yang bakal didapatkan untuk Kabupaten Gorontalo, namun pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan juga telah melakukan persiapan yang matang, dan memastikan siap melakukan imunisasi serentak.

BACA  Pastikan Berjalan Lancar, Gubernur Gorontalo Cek Kesiapan Vaksinasi

Yang pertama dilakukan, yakni dengan melatih tenaga kesehatan yang akan melakukan vaksinasi. Yakni dengan membentuk juru imunisasi (Jurin).

“Kita sudah melatih Jurin ini, termasuk sosialisasinya. Untuk Jurin itu satu Puskesmas kita buat 2 orang, jadi dengan 21 puskesmas, total 42 Jurin kita siapkan,” ungkap Kadikes, Roni Sampir.

Dikatakanya, sebelum disalurkan vaksin itu tentunya melalui pemeriksaan oleh Balai Obat dan Makanan. Akan dilihat apakah vaksin itu aman untuk digunakan atau tidak. Sehingga jika nanti vaksinnya akan diberikan pada warga, sudah dalam kondisi yang teruji dan aman.

BACA  Idris Rahim Minta Waspadai Pemicu Terjadinya Kebakaran

“Ketika vaksin itu sudah ada ditangan kita, berarti vaksin itu sudah lolos BPOM, karena BPOM tidak akan memberikan izin peredaran vaksin ke kabupaten kota, sebelum aman untuk penerima vaksin, dan kedua kemanjuran dan efek dari obat itu sendiri,” terangnya Roni Sampir.

Sementara itu terkait pemberian vaksin sendiri Rony mengatakan tahap awal akan memberikannya kepada seluruh tim kesehatan. (nat/hg)


Komentar