Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Covid-19 Mewabah, KUA Tutup Layanan Akad Nikah 

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 8 April 2020 | 16:05 Tag: , ,
  Ilustrasi. Covid-19 mewabah, KUA tutup layanan akad nikah

Hargo.co.id, GORONTALO – Bulan Sya’ban dalam tahun hijriah seperti biasanya menjadi ‘bulan pengantin’. Banyak pasangan calon suami isteri, yang memutuskan menikah pada bulan menjelang ramadan ini.

Namun berbeda dengan tahun ini, Kementerian Agama (Kemenang) justeru memilih tidak melayani calon pengantin untuk proses akad nikah, selama pandemi corona virus disease (Covid-19) berlangsung. Tentunya ini menjadi kabar buruk bagi calon pengantin.

Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada disetiap wilayah, hanya akan melayani bagi pendaftar calon pengantin sebelum 31 Maret 2020. Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam telah menerbiktkan edaran terkait protokol penanganan corona Covid-19. Surat Edaran nomor : P-003/DJ.III/Jk.007/03/2020 itu ditujukan kepada seluruh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan penghulu yang mengatur tentang layanan publik di KUA.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, seperti halnya dalam edaran Kemenag Kabupaten Bone Bolango, bahwa pendaftaran nikah tetap dibuka secara online melalui Web simkah.kemenag.go.id. Namun, untuk pelaksanaan akad nikah dimasa darurat Covid-19 untuk pendaftaran baru tidak dilayani, serta meminta masyarakat untuk menunda pelaksanaanya. Pelaksanaan akad nika hanya dilayani bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum tanggal 1 April 2020.

“Kalau yang sudah mendaftar nikah sebelum 1 April 2020 maka eksekusi akad nikahnya boleh dilaksanakan April 2020. Itupun pelaksanaan akad nikahnya tidak bisa di rumah melainkan hanya di kantor KUA,”kata Kepala Seksi Binmas Kemenag Bone Bolango, Ishak Husain, Senin (06/04/2020).

Dalam pelaksanaan akad nikah di KUA pun jelas Ishak, jumlah yang hadir dibatasi maksimal 10 orang dalam satu ruangan. Sementara calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi akad nikah harus telah membasuh tangan dengan sabung/hand sanitizer dan menggunakan masker.

“Jadi petugas wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker saat ijab kabul,” ungkap Ishak Husain.

Aturan ini tegas Ishak dibuat dalam kondisi kedaruratan kesehatan karena wabah Covid-19. Ishak berharap masyarakat bisa memahami dan menyesuaikannya.

Setiap KUA kata Ishak juga harus memberitahu nomor kontak atau email petugas sehingga memudahkan masyarakat mengakses informasi. Pelaksanaan akad nikah secara online baik melalui telepon, video call atau aplikasi berbasis web lainnya tidak diperkenankan.

“Dimohonkan kepada KUA kecamatan se-Bone Bolango untuk menyampaikan perubahan edaran ini ke masyarakat. Bagi Kepala KUA harus tunduk dan patuh terhadap aturan. Jika tidak, tentu akan ada sanksi yang akan diberikan jika aturan itu dilanggar,” tegas Ishak sebari mengimbau masyarakat memanfaatkan teknologi informasi untuk mendapatkan layanan serta menunda permintaan pelayanan yang membutuhkan tatap muka secara langsung.

Terpisah, Plt Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Gorontalo,  Hamka Arbie, M.HI melalui Kasubag Umum dan Humas, Rachman Lukman Abdul, S.Ag menyampaikan, bahwa edaran dari Kemenag ini sudah sampai juga kepada seluruh Kemenag kabupaten/kota dan KUA di seluruh Provinsi Gorontalo.

“Jadi yang akan dilayani untuk akad nikah, itu hanya yang sudah melakukan pendaftaran dibawah tanggal 1 April,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa, itu pun pelaksanaan akad nikah harus di KUA dan mengedepankan protokeler pencegahan Covid – 19, dimana keluarga yang hadir hanya dibatasi sepuluh orang, dan penghulu dan pengantin memakai kaus tangan dan masker ketika hendak mengucapkan ijab qabul.

Bagi calon pengantin yang tetap akan melakukan pendaftaran diatas tanggal 1 April 2020, masih tetap dibuka dan dilakukan secara online, hanya saja untuk pelayanan akad nikah belum bisa dilaksanakan sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

“Kalau mau mendaftar boleh saja, hanya saja KUA tidak akan menjadwalkan pelaksanaan akad nikah sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” ujarnya. Kemenag juga selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan edaran ini. (gp/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar