Minggu, 6 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Covid-19 Mudah Menyebar, Patuhi Protokol Kesehatan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi


Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Dr. dr. Dwi Agustian, MPH, PhD mengatakan, SARS CoV-2 sangat mudah menular ditambah pola perjalanan global sangat kuat dibanding sepuluh tahun lalu.

Rata-rata perjalanan penerbangan luar biasa berlipat-lipat dan itu menimbulkan kecepatan penyebaran Covid-19 bergerak dari satu orang ke orang lain.

Menurut Dwi, virus corona ini memang unik dan bukan yang pertama kali. Berdasarkan sejarah, SARS pernah terjadi di Hong Kong tahun 2002-2003.

“Virus ini hanya bisa menimbulkan (sebaran yang sangat cepat) seperti ini di dunia modern pada saat teknologi bisa membuat orang berinteraksi dengan cepat. Duapuluh tahun lalu virus ini tidak bisa menimbulkan efek biologis secara cepat,” papar Dr. Dwi dalam talkshow “Titik Balik Penyintas Covid-19” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (23/10).

BACA  Kapolres Bone Bolango Ajak Warga Sukseskan Pilkada dan Patuhi Protokol Kesehatan

Dr. Dwi mengungkapan di Bandung, Jawa Barat, ada populasi yang tak bergejala melakukan testing secara massif dari 100 orang, hanya 1 orang yang positif tanpa gejala.

Artinya dengan kasus ini kita menunggu cukup waktu untuk mengumpulkan gejala-gejala dan risiko.

“Kita akan membahas lebih lanjut dan nantinya akan menjawab bagaimana karakteristik virus ini (Covid-19). Bukti-bukti ini dikumpulkan dan datanya dicatat dengan baik,” jelas Dr. Dwi.

BACA  Dipastikan Aman, Uji Klinis Vaksin Covid-19 Masuk Tahap Akhir

Motivator Tung Desem Waringin (TDW), yang juga penyintas Covid-19, mengatakan dirinya menduga tertular Covid-19 saat perjalanan di pesawat terbang pada 15 Maret 2020.

Saat itu penumpang pesawat penuh dan yang menggunakan masker hanya penumpang yang sakit.

Tiga hari kemudian, pada 18 Maret 2020, TDW mengalami demam hebat di malam hari namun kembali normal pada pagi harinya.

Kejadian itu terus berulang selama beberapa hari dan sempat tak bisa nafas.  Selanjutnya melakukan cek tes darah dan foto torax.

BACA  Satgas Penanganan Covid-19 Minta Warga Sukarela Dilakukan 3T

“Setelah itu saya 95% positif Covid-19. Pada saat itu swab test masih antri panjang dan lama, tidak seperti sekarang,” ujar TDW.

TDW menambahkan dirinya merasakan efek luar biasa dari mengkonsumsi cukup air putih setiap harinya. Salah satunya adalah pengambilan analisa gas darah (AGD) yang sebelumnya dua kali gagal menjadi lebih mudah.

“Mestinya, menurut saya, pasien Covid-19 diwajibkan minum air putih selama perawatan,” ungkap TDW. (***)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar