Sunday, 19 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Curhat Polos Fotografer Cilik yang Bercita-cita jadi Polisi

Oleh Admin Hargo , dalam Podcast , pada Tuesday, 31 August 2021 | 06:05 AM Tags: ,
  Damar Pandu Razak Usman, seorang fotografer cilik berumur 8 tahun saat menjadi tamu dalam Femmy Udoki Podcast (23/08/2021). (Foto: Istimewa/Tangkapan layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Usianya memang baru 8 tahun. Namun, bocah ini sudah pandai memegang bahkan memotret objek menggunakan kamera DSLR. 

Bocah tersebut baru-baru ini viral karena berhasil mengabadikan momen di Hari Pramuka 14 Agustus 2021 kemarin, dengan memotret Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo, Kak Idah Syahidah, didampingi Kwarcab Bone Bolango Kak Lolly Pou Junus serta Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bone Bolango, Hamim Pou. Melihat keberaniannya datang ke tengah-tengah lapangan, tentu saja Bupati Bone Bolango, Hamim Pou memberikan apresiasi kepada bocah tersebut.

Damar Pandu Razak Usman itulah nama bocah tersebut. Damar merupakan anak pertama dari pasangan Sarifudin dan Deice Pomalingo. Ia mengungkapkan begitu menyukai Pramuka sejak umur dua tahun. Damar menyukai Pramuka karena sering ikut dengan ayahnya yang juga seorang aktivis Pramuka. 

“Damar lebih suka ikut ayah karena banyak kakak-kakak. Kalau ibu di rumah jaga oma (nenek),” ungkap Damar dengan polosnya ketika menjadi tamu dalam Femmy Udoki Podcast yang tayang di channel YouTube Femmy Kristina Senin, (23/08/2021)

Saat ditanya mengapa dirinya suka foto-foto? Damar langsung menjawab karena impian. Bermodalkan kamera DSLR yang dipinjamkan oleh ibunya, sampai akhirnya ia senang memotret seperti sekarang. 

Bocah yang bersekolah di Sdit Lukmanul Hakim itu kesehariannya belajar mengaji dan sekolah. Ia mengungkapkan bosan belajar daring (dalam jaringan) karena ingin sekali masuk sekolah karena semenjak masuk SD baru satu kali masuk ke sekolah. 

Damar bercita-cita menjadi seorang polisi. Saat diberikan pilihan ingin jadi polisi atau bupati, dengan polosnya Damar menjawab: Tidak mau jadi bupati karena banyak tugas. 

“Kalau bupati pigi-pigi (pergi-pergi) acara. Kalau polisi bajaga jalan (menjaga jalan), batangkap orang (menangkap orang/penjahat),” kata Damar. 

Sontak hal tersebut membuat semua yang ada dalam studio Podcast tertawa. Ternyata Damar tidak mau jadi politisi, tapi mau jadi polisi. Tentunya dengan tekad yang kuat dan kesungguhan dalam belajar, tidak ada cita-cita seseorang yang tidak bisa tercapai. (***)

 

Penulis : Rita Setiawati

(Visited 40 times, 1 visits today)

Komentar