Minggu, 27 November 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



DAMAI Berhasil Tekan Angka Kemiskinan di 2018

Oleh Berita Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Sabtu, 27 Oktober 2018 | 18:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Pada 2018 ini, masa pemerintahan Darwis Moridu-Anas Yusuf (DAMAI) terhitung baru satu tahun lebih. Ini menunjukkan, pemerintah belum sepenuhnya menggerakkan APBD induk untuk dua tahun anggaran.

Namun, terdapat hal menarik di usia pemerintahan terbilang baru ini. Yakni ketika melihat target pencapaian penurunan angka kemiskinan tingkat masyarakat bawah. Di mana, dibandingkan tahun 2017 sesuai rilis BPS diterima Bappeda setempat menunjukkan angka kemiskinan berada pada angka 21.85 persen.

Sedangkan tahun 2018 hasil catatan Bappeda menunjukkan
bahwa penurunan angka kemiskinan cukup drastis. Yakni ditaksi tinggal 20.8 persen dari rata-rata jumlah penduduk per 1 Oktober 2018 sebanyak 147.248 jiwa.

Ini sebagaimana diakui Kepala Bappeda Boalemo Ir. Rusdin Aminu MM melalui Sekretarisnya Idris Rasyid belum lama ini. Menurut dia bahwa penurunan angka persentase kemiskinan sangat wajar, lantara setahun lebih pemerintahan DAMAI banyak mengorbitkan program bersentuhan langsung masyarakat.

“Sejuh ini mayoritas masyarakat Boalemo berprofesi sebagai petani dan nelayan. Nah, rata-rata tergolong kurang mampu atau miskin adalah kalangan petani itu sendiri. Namun setelah melihat pergerakan program bantuan DAMAI berupa benih jagung dan pupuk gratis dari APBN dan APBD, setidaknya mendongkrak efektivitas masyarakat menuju kategori sejahtera,” terang Idris Rasyid.

Di mana, masyarakat tidak lagi keluar biaya benih dan pupuk. Demikian pula pengolahan tanah seiring adanya bantuan alsintan bagi kelompok petani. Namun perlu dicatat bahwa program ini baru satu dari sekian banyak program unggulan pemerintahan DAMAI.

Masih ada bantuan Rastra bagi kaum dhuafa dan masyarakat ekonomi lemah. Adanya bantuan perahu dan alat tangkap ikan bagi nelayan hingga SIM gratis bagi tenaga kerja lokal kurang mampu.

“Semua program ini akan berlanjut hingga 2022 sebagaimana dalam RPJMD. Sehingga melihat pergerakan 14 program maka tidak menutup kemungkinan menurunkan angka kemiskinan secara perlahan,” tandasnya.(nrt/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar