Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dana Pilkada Boalemo Diduga Diselewengkan 

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 24 Mei 2018 | 23:14 Tag: ,
  

GORONTALo, Hargao.co.id– Pemanfaatan dana hibah untuk pelaksanaan Pilkada Boalemo 2017 berbuntut persoalan hukum. Oknum bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Panwaslih Boalemo DA alias Widi kini harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi. Widi resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Pilkada Boalemo 2017.

Sebagaimana diketahui, pada Pilkada Boalemo 2017 lalu, Pemkab Boalemo mengalokasikan dana hibah Rp 3 miliar untuk Panwaslih Boalemo. Dalam pemanfaatan dana tersebut ternyata terindikasi adanya kelebihan pembayaran. Dan dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), diperoleh kerugian negara senilai Rp 353 juta.

Kapolres Boalemo AKBP Ade Permana SIK MH didampingi Wakapolres Kompol Efendi Mointi menjelaskan, kerugian diperoleh dari perhitungan BPK RI terdapat pada lima item. Pertama soal mark up kelebihan pembayaran sewa gedung sebesar Rp 6,9 juta.

Kedua kelebihan pembayaran sewa peralatan kantor (komputer dan print,red) senilai Rp 8,6 juta. Ketiga belanja Pemeliharaan BBM kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak dapat dibuktikan atau fiktif Rp 125 juta. Keempat belanja Rapat Rutin tidak didukung bukti atau taksasi sebenar-benarnya senilai Rp 97,75 juta. Sedangkan paling memiriskan adalah Pajak yang sudah dipotong, namun belum disetorkan senilai Rp 121,787 juta.

“Saat ini tersangkanya sudah diamankan di Mapolres Boalemo untuk kepentingan pengembangan. Kedepan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” terang Ade Permana.

Menurut Ade Permana, penyidik Satreskrim akan memeriksa sejumlah pihak terkait di kantor Panwaslih Boalemo. Sementara dari dugaan korupsi tersebut, tersangka dijerat Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUH-Pidana Jo pasal 64 ayat (1) KUH-Pidana dengan tuntutan maksimal 20 tahun.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Boalemo, Husain Etango tidak berhasil dimintai tanggapan terkait penetapan tersangka yang merupakan PNS di lingkungan Kabupaten Boalemo dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Dihubungi melalui telephone selulernya tak kunjung tersambung. Begitu pula pesan singkat seluler (SMS,red) tak mendapat balasan.(nrt-gp/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar