Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dari Dialog Akhir Tahun HMI-UNG, Pelayanan Kesehatan Dipengaruhi Kondisi Politis

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 23 Desember 2017 | 11:51 Tag: , ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Guru Besar Kebijakan Publik dan Pembangunan, Unversitas Negeri Gorontalo (UNG), Yulianto Kadji, menilai pelayanan kesehatan masih sangat lemah karena tidak akan lepas pada pengaruh dan kondisi politis pada pemerintahan yang berkuasa saat itu.

“Jika ada pergantian pemerintahan, maka secara politis juga kebijakan akan berubah,” ungkap Yulianto dalam dialog akhir tahun bersama kader Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, kemarin, Jumat (22/12).

Yulianto mencontohkan, misalnya pada pemerintahan sebelumnya jaminan kesehatan sudah di cover oleh BPJS Kesehatan, maka pada pemerintahan saat ini ada kebijakan untuk mengeluarkan program kartu sehat.

“Ini merupakan bagian dari cara bagaimana pemerintah menarik perhatian masyarakat kerena setiap regulasi kebijakan pastinya akan memiliki banyak kepentingan para elit politik di dalamnya, termasuk masalah kesehatan, karena masalah kesehatan ini akan terus ada selama manusia itu hidup,” ujar Yulianto.

Sementara itu, praktisi kesehatan, dr Fikri Suadu, juga mengungkapkan bahwa saat ini pelayanan kesehatan masih dipengaruhi oleh faktor ekonomi karena dikuasai oleh pihak swasta.

“Para penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit, toko obat, farmasi dan alat-alat kesehatan semuanya 70 persen dikuasai oleh pihak swasta untuk mencari keuntungan dan sisanya milik pemerintah dengan kondisi yang belum mampu melayani masyarakat lemah dengan maksimal, dimana masyarakat lemah tidak bisa menikmati fasilitas yang baik karena harus mengeluarkan biaya tinggi.(tr-59)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar