Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dari Pencatatan Rekor MURI Minum Kopi Pinogu-Karnaval Anak Sapi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 8 Mei 2017 | 10:12 WITA Tag: , ,
  


Kopi 6.517 Cangkir Ludes 10 Menit, Sapi Kaki 6 Sedot Perhatian

Selain mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan minum kopi 6.517 orang dan karnaval 2.017 anak sapi yang dilaksanakan Pemkab Bone Bolango mampu menyulut antusiasme warga. Sejak pagi masyarakat sudah berduyun-duyun ke seputaran center point, meski agenda kegiatan baru akan dimulai pada pukul 14.00 wita.

Roy Tilameo, Caisar Ntoma, Anas Bau – Moutong

Kepulan awan mendung menutupi sinar mentari membuat udara di seputaran center point Bone Bolango Cemerlang, di Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Bone Bolango terasa lebih sejuk, Jumat (5/5) pukul 14.00 wita.

Di sepanjang jalan bypass dari center point hingga perempatan kantor Dekab Bone Bolango berjubel ribuan warga. Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu hingga remaja dan anak. Semuanya tumpek blek memadati bahu jalan/trotoar by pass Bonbol.

Tak jauh dari tugu jam di kompleks perkantoran Pemkab Bone Bolango, sebuah panggung besar ikut pula dipadati orang. Di atas panggung tampak terlihat sejumlah pejabat. Seperti Bupati Bone Bolango Hamim Pou bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) yang terdiri Kapolres Bone Bolango, Kajari Bone Bolango, Dandim serta Ketua Pengadilan.

Tak ketinggalan Senior Manajer MURI Awan Rahardjo, Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Pimpinan Bank Indonesia serta tamu dan undangan.

BACA  Danau Limboto Dibahas Melalui Rapat Implementasi di Jakarta

Ribuan warga yang memadati jalan by pas dari kompleks perkantoran hingga tugu center poin itu sengaja datang untuk meramaikan kegiatan minum kopi organik serta karnaval anak sapi. Menariknya, para warga tersebut bukan hanya berasal dari wilayah Bone Bolango tetapi juga dari daerah tetangga seperti Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan minum kopi organik dan karnaval anak sapi ini dilaksanakan Pemkab Bone Bolango serangkaian HUT ke-14 Bone Bolango. Untuk kegiatan minum kopi organik, Pemkab Bone Bolango menyiapkan sebanyak 6.517 cangkir. Adapun kopi yang disajikan adalah Kopi Pinogu yang dipadukan dengan gula aren Bulango Ulu (Gabulu).

Kegiatan minum kopi 6.517 orang tersebut dipimpin Bupati Bone Bolango Hamim Pou. Saking antusiasnya warga untuk mengikuti iven tersebut, sajian kopi yang disiapkan panitia hanya bertahan 10 menit.

Hal itu dikarenakan jumlah pengunjung yang datang untuk minum kopi lebih banyak dibanding jumlah kopi yang disediakan. Selain itu, satu orang minum hingga dua gelas kopi. Ini karena pengunjung terpesona dengan citarasa kopi yang nikmat dan gurih.

“Ini kopi pe enak skali. Saya ada minum dua gelas,”kata Rudi Utiarahman saat diwawancarai Gorontalo Post.

Cita rasa yang dimiliki Kopi Pinogu juga turut diakui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, Ditjen Kekayaan Hak Intelektual (HAK), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Pengakuan itu diberikan dalam bentuk sertifikat Indikasi Geografis Kopi Robusta Pinogu. Yaitu sebagai kopi organik yang tanpa memiliki cacat citarasa.

BACA  Gubernur Gorontalo Larang Warga Jual Kembali Pangan Pasar Murah

“Tim Sertifikat Indikasi Geografis telah melakukan penilaian, Kopi Robusta Pinogu ditanam di dataran tinggi diolah secara teknik olah kering dan teknik olah basah memiliki cita rasa baik nilai 81-84 dari nilai maksimal 100 tanpa memiliki cacat citarasa. Kopi pinogu memiliki rasa kopi yang kuat khas rasa Robusta dengan rasa asam yang enak dengan komponen cita rasa lainnya yangs eimbang dan aroma khas kuat,” urai Fattur Rahman perwakilan Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, Ditjen HAKI, Kemenkumham RI.

Dengan adanya sertifikasi tersebut, Kopi Pinogu masuk dari 18 produk kopi dari Indonesia yang telah memproleh Sertifikat Indikasi Geografis.

Meski 6.517 cangkir kopi ludes dalam 10 menit, masyarakat yang memadati area jalan bypass kompleks perkantoran Pemkab Bone Bolango dan tugu center point belum beranjak pergi. Malah jumlahnya bertambah. Antusias warga itu tak lepas dari dilaksanakannya karnaval anak sapi. Jumlahnya tak tanggung-tanggung yakni sebanyak 2.017 ekor.

Layaknya karnaval fashion, anak-anak sapi itupun dihias sedemikian menarik. Selanjutnya dari tempat berkumpul di kompleks kantor Dinas Pangan dan Pusat Informasi Jagung, ribuan ekor anak sapi diarak melintasi panggung utama hingga ke tugu center point.

BACA  Tim NKRI Peduli Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Biluhu

Penampilan unik anak-anak sapi membuat warga pun berebut melakukan swafoto (selfie). Bahkan ada yang nekat berdampingan dengan sapi hanya untuk mengambil foto yang menarik. Banyaknya warga yang berjubel membuat para pengiring sapi harus bekerja ekstra. Tali sapi dipegang erat agar sapi tak meronta. Bahkan beberapa ekor sapi harus dikawal 4-5 orang lantaran enggan untuk berjalan ataupun mulai bergerak liar.

Di antara parade anak sapi unik dengan riasan, salah seekor sapi kontenstan karnaval anak sapi dari Kecamatan Tapa memiliki 6 kaki. Dua ‘kaki tambahan’ itu berada di bagian punuk. Saat berjalan, kaki tambahan ikut bergoyang-goyang. Tak ayal kontingen ternak sapi yang dipimpin Camat Tapa Udin Kuku tersebut, langsung menyedot perhatian warga. Tidak sedikit juga warga yang menyempatkan diri untuk berselfe bersama sapi berkaki 6 itu.

Belakangan diketahui, sapi berkaki 6 tersebut milik Roni (40) Warga Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Roni mengaku, sangat bangga karena sapi miliknya mendapat perhatian khusus dari ribuan sapi yang mengikuti parade tersebut.

Bahkan Roni mengungkap, sapi miliknya yang sudah berumur kurang lebih 5 tahun itu, lahir pada tanggal 4 Mei tahun 2012, yang bertepatan dengan hari lahirnya Kabupaten Bone Bolango.

“Sehingga satu kebanggan buat saya bisa memiliki tenak sapi tersebut,” pungkas Roni dengan senyum sumringah (***)


Komentar