Senin, 3 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dari Peringatan Hari Bumi Sedunia, Sampah Ditukar dengan Takjil dan Pohon

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 23 April 2021 | 00:05 WITA Tag:
  FPAG saat memperingati Hari Bumi Sedunia di kawasan Center Point, Bone Bolango. (Foto Istimewa/Nurhilmi Hasan untuk Hargo)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik dari peringatan Hari Bumi Sedunia di Gorontalo pada 22 April 2021. Yakni, sampah ditukar dengan takjil dan bibit pohon.  

Informasi yang berhasil dihimpun, peringatan Hari Bumi Sedunia merupakan momentum yang mengingatkan dan menyadarkan seluruh pihak untuk lebih memperhatikan kondisi bumi. Baik dari kerusakan pemanasan global, sampah yang menumpuk, serta kualitas udara sehat yang semakin menurun.

Forum Pecinta Alam Gorontalo (FPAG) memanfaatkan Hari Bumi Sedunia sebagai sarana untuk berbagi dan menyadarkan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan bumi.  Hal ini ditunjukkan lewat pembagian bibit tanaman jambu dan pucuk merah di kawasan Center Point, Bone Bolango.

FPAG saat memperingati Hari Bumi Sedunia di kawasan Center Point, Bone Bolango. (Foto Istimewa/Nurhilmi Hasan untuk Hargo)
FPAG saat memperingati Hari Bumi Sedunia di kawasan Center Point, Bone Bolango. (Foto Istimewa/Nurhilmi Hasan untuk Hargo)

Kegiatan ini mengusung tema ‘Merawat Eksistensi untuk Pelestarian Lingkungan dalam Konteks Kemanusian’, diwarnai dengan berbagai kegiatan. Diantaranya, sampah ditukar dengan takjil dan bibit tanaman. Selain itu, ada juga diskusi lingkungan, teatrikal dan pembacaan puisi. 

“Dalam kegiatan ini masyarakat yang memberikan sampah akan kami tukar dengan takjil dan bibit pohon. Adapun bibit pohon yang diberikan agar dimanfaatkan dan ditanam pada halaman rumah masing-masing sebagai bentuk kepedulian akan lingkungan,” ujar Ketua Panitia, Ramadan Harun. 

Lebih lanjut ia menuturkan, selain untuk memperingati Hari Bumi Sedunia, kegiatan ini juga mengajak kepada masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian alam, sebab melihat akhir-akhir ini banyak kejadian alam yang sering terjadi.

Dari kegiatan yang dilakukan terselip beberapa harapan besar agar kelestarian lingkungan tetap terjaga. Sebab bergantung pada alam tidak hanya untuk kelangsungan hidup fisik, tetapi kita juga membutuhkan alam untuk menunjukan jalan pulang dari penjara pikiran sendiri.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini kita sebagai manusia bisa lebih memperhatikan kelestarian lingkungan,” harap Ramadhan. (hilmi/ung/hargo).

FPAG saat memperingati Hari Bumi Sedunia di kawasan Center Point, Bone Bolango. (Foto Istimewa/Nurhilmi Hasan untuk Hargo)
FPAG saat memperingati Hari Bumi Sedunia di kawasan Center Point, Bone Bolango. (Foto Istimewa/Nurhilmi Hasan untuk Hargo)
BACA  Presiden Jokowi Beri Pengarahan ke Jajaran Forkopimda di Gorontalo 

Komentar