Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Indahnya Toleransi Umat Hindu di Randangan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Metropolis , pada Senin, 19 Maret 2018 | 10:06 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id- Pelaksanaan hari raya Nyepi para umat Hindu di Kecamatan Randangan tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh Umat Hindu Bali dan juga tempat lainnya. Berbeda dengan di Bali, yang melakukan pemadaman listrik dan larangan bepergian yang tidak mungkin diberlakukan di Kecamatan Randangan yang memiliki keberagaman.

Akan tetapi umat Hindu bangga dengan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Pohuwato sehingga mereka dapat melaksanakan Nyepi dengan aman dan damai.Suasana dua Desa di Kecamatan Randangan yakni Desa Sarimurni dan Banuroja terlihat cukup sepi. Para umat Hindu di dua Desa tersebut tengah melaksanakan penyepian sebagaimana pelaksanaan hari raya Nyepi pada umumnya.

BACA  Ini Yang Dilakukan Pemprov Gorontalo Hadapi PPKM Mikro

Padahal sehari sebelumnya dua Desa tersebut ramai dengan pelaksanaan ritual Tawur, dimana umat Hindu mengarak Ogoh-ogoh keliling kampung beramai-ramai dengan berjalan kaki dan kemudian dibakar sebagai tanda untuk mengusir roh-roh jahat dan membersihkan seluruh unsur negatif pada semua makhluk sehingga menjadi lebih harmonis.

Berbeda dengan di Bali, untuk Kecamatan Randangan tidak dilakukan pemadaman listrik. Hal ini dikarenakan pada wilayah ini terdapat keberagaman suku, adat dan agama. Aturan larangan untuk bepergian seperti di Bali yang bahkan menghentikan operasional Bandara pun tidak diberlakukan karena tidak memungkinkan untuk masyarakat lainnya selain umat Hindu.

Terlepas dari semua itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pohuwato, I Made Sudi, kepada Gorontalo Post mengaku bangga dengan toleransi antar umat beragama yang begitu kuat di Gorontalo lebih khususnya di Kabupaten Pohuwato.

BACA  Orang Tua Murid Tikam Kepala Sekolah Hingga Meninggal, Guru-guru Alami Trauma

“Pelaksanaan Nyepi disini (Randangan, red) sama halnya dengan di Bali, hanya saja terdapat sedikit perbedaan. Contohnya pemadaman listrik dan larangan bepergian yang tentunya kita tidak dapat terapkan disini terlebih kepada penganut agama lain. Jadi lebih ke penyesuaian tempat pelaksanaannya.

Namun kita sangat bangga dengan toleransi antar umat beragama di Gorontalo Khususnya Pohuwato,” ujarnya.Lebih lanjut dirinya berharap pada momen perayaan hari raya Nyepi ini semakin memperkuat tali silaturahmi antar umat beragama di Kabupaten Pohuwato dengan menjunjung tinggi toleransi antar sesama.

BACA  Bahas Optimalisasi Jamsostek, Deputi BPJS Ketenagakerjaan Temui Wagub Gorontalo

“Dengan semakin tingginya toleransi antar umat beragama, maka kita dapat melaksanakan ibadah dengan fokus dan tenang sesuai kepercayaan masing-masing. Seperti halnya kami umat Hindu yang dapat menjalankan Nyepi dengan aman dan damai,” tambahnya.

Di sela-sela penyelenggaraan hari raya Nyepi ini, masyarakat umat Hindu bersama Polsek Randangan pun menyampaikan pesan anti berita bohong atau hoax. “Dengan tujuan agar kita semua dihindarkan dari informasi bersifat profokatif atau mengadu domba, sehingga toleransi antar umat beragama terus terjalin diantara kita demi keamanan, ketertiban dan kedamaian di Kabupaten Pohuwato,” pungkas Kapolsek Randangan, Ipda Lingga Ramadhani.(Tr-55/hg)


Komentar