Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Data Panitia Hak Angket Masih Minim, Ariyati: Terpanggil Harus Legowo

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Legislatif , pada Kamis, 29 Juli 2021 | 06:05 AM Tag: ,
  Ketua Panitia Hak Angket, Ariyati Polapa

Hargo.co.id, GORONTALO – Hingga saat ini, data yang dikumpulkan Panitia Hak Angket masih minim. Bukan karena proses sedang tak jalan. Namun karena adanya pejabat yang tak ingin memenuhi undangan untuk memberi keterangan di depan Panitia Hak Angket. 

Hal ini ditegaskan Ketua Panitia Hak Angket, Ariyati Polapa ketika menanggapi isu yang beredar bahwa panitia sepertinya tak melakukan kegiatan. Kepada media ini, Ariyati Polapa menegaskan bahwa pihaknya juga telah melakukan agenda kelembagaan lainnya. 

“Ada sejumlah agenda kelembagaan yang tak boleh dilewatkan seperti paripurna LPJ bupati 2020 yang baru saja kami lakukan. Ada juga agenda Bimtek,” kata Ariyati Polapa.

Masih pada kesempatan yang sama, Ariyati Polapa menegaskan bahwa setelah agenda kelembagaan selesai, maka Panitia Hak Angket akan segera memanggil pejabat lainnya untuk memberi keterangan. Ini terkait data yang dikantongi, dimana kabarnya masih minim. 

“Terhadap pihak-pihak tertentu yang telah diundang, agar datang untuk memberi keterangan di depan Panitia Hak Angket. Kami sangat butuh data dari yang terpanggil. Para terpanggil harus legowo dan harus datang untuk dimintai keterangannya,” tegasnya.

Lalu bagaimana jika ada pejabat yang ogah datang? Ariyati Polapa menegaskan bahwa akan sangat berpengaruh pada proses hak angket. Waktu akan lebih lama, apalagi yang diundang keterangannya sangat dibutuhkan. 

Kini di Gorontalo Utara beredar isu bahwa ada tawar menawar dari dari calon terpanggil terkait dengan hal-hal teknis. Misalnya, akan hadiri undangan Panitia Hak Angket jika dikembalikan pada jabatannya semula.  

“Saya sudah dengar isu itu. Namun perlu saya tegaskan bahwa itu di luar dari urusan Panitia Hak Angket. Tidak ada kaitannya jabatan seseorang dengan proses Hak Angket. Tak ada sangkut pautnya,” kuncinya. (***)

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 27 times, 1 visits today)

Komentar