Kamis, 25 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Data PKH Belum Tepat Sasaran

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 28 Februari 2018 | 08:44 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Sejumlah pihak menilai Program Keluarga Harapan (PKH) tidak tepat sasaran. Ada keluarga yang harusnya tidak mampu malah tidak mendapatkan apa-apa. Sebaliknya, ada keluarga yang diangkap sudah mampu dan memiliki rumah yang layak malah masih mendapatkan bantuan.

Fenomena itu pun tidak dibantah oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gorontalo. Kabid Bidang Pemberdayaan Sosial, Titin S Nuna mengamini jika penyaluran PKH masih sering terdapat berbagai persoalan, terutama masalah data. “Data yang ada di pusat memang perlu diperbaharui lagi,” ungkap Titin.

BACA  Pencabulan Marak, Warga Singgung Penerapan Hukum Kebiri

Sebelumnya, penyaluran PKH sendiri mengacu pada Basis Data Terpadu (BDT) dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang merupakan rujukan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Dan penyaluran PKH di wilayah Kabupaten Gorontalo merupakan murni data dari Kemensos RI, bukan dari data desa dan kelurahan di Kabupaten Gorontalo.

Sebelumnya, pemerintah daerah pernah mengajukan data, namun dari pihak Kemensos RI melakukan validasi data sendiri.

Olehnya, ketika datanya belum diperbaharui, maka banyak masyarakat melihat kejanggalan-kejanggalan di lapangan seperti penerima PKH tidak terdata sebagai penerima, orang yang sudah meninggal, bahkan data ganda.

BACA  20 Tahun Penjara Menanti Tersangka Bom Ikan di Torosiaje

“Banyak ditemukan penerima PKH tidak tepat sasaran. Kalau data dari pusat memang sudah tidak bisa dirubah lagi,” ujar Titin.

Namun demikian, Titin menyampaikan bahwa mulai bulan Maret 2018 ini seluruh data penerima bantuan atau kepala keluarga miskin akan didata ulang dan diperbaharui.

Sebelumnya, Susanti (28), salah seorang warga Desa Molowahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, menganggap penyaluran PKH tidak tepat sasaran.

BACA  Operasi Rutin Polsek Randangan Sita Puluhan Botol Miras

Pasalnya, beberapa warga yang ada di desanya merasa tidak adil karena ada warga yang sudah memiliki pendapatan yang lebih dari cukup dan memiliki rumah yang layak masih mendapat bantuan.

Sementara, lanjut Susanti, ada warga yang memang benar-benar miskin, tidak mendapatkan sentuhan apapun program pemerintah. Parahnya, warga miskin tersebut juga melihat sendiri ketidakadilan tersebut. “Ini tidak adil,” gumamnya.(tr-58/hg)


Komentar