Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Datang ke Kejati, Ini Dilakukan Marten-FYKÂ

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 3 Agustus 2018 | 01:33 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua hari terakhir. Dua kepala daerah memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo. Setelah Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Indra Yasin pada Selasa (31/7), kemarin (1/8) giliran Wali Kota Gorontalo Marten Taha. Orang nomor satu di Kota Gorontalo itu datang berkaitan perkara dugaan korupsi pembangunan tujuh ruas jalan di Kota Gorontalo tahun 2015.

Tak hanya Marten Taha, pada hari yang sama pula Ketua Dekot Gorontalo Fedriyanto Koniyo (FYK) juga ikut datang ke Kejati Gorontalo. Hanya saja, kehadiran FYK terbilang cukup singkat.  Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, Fedriyanto tiba di Kejati Gorontalo sekitar pukul 08.30.

Ia datang untuk memenuhi panggilan Kejati Gorontalo terkait penyidikan perkara dugaan korupsi tujuh ruas jalan di Kota Gorontalo. Hanya saja kehadiran politisi Partai Golkar itu tak berada lama di Kejati. Selang beberapa menit, Fedriyanto meninggalkan Kejati Gorontalo karena hendak menjalankan tugas luar daerah.

Sementara itu kehadiran Marten Taha nyaris tak diketahui kalangan wartawan. Pasalnya, informasi yang sebelumnya beredar Marten akan tiba di Kejati Gorontalo sekitar pukul 10.00 wita.

Namun hingga pukul 12.00 atau memasuki jam istirahat, sosok Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo itu belum juga tampak. Sekitar pukul 13.00 wita, sebuah mobil Toyota Kijang Innova abu-abu tiba di depan pintu Kejati Gorontalo.

Dari dalam mobil turun pria berkacamata yang mengenakan kemeja putih. Pria yang belakangan diketahui Wali Kota Gorontalo itu bergegas menuju ruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Gorontalo. Dua jam berselang, tepatnya sekitar pukul 15.00 wita, Marten Taha keluar dari ruang Pidsus Kejati.

Namun kali ini Marten memilih keluar dari pintu belakang. Entah buru-buru karena masih ada pekerjaan atau tak mau diwawancarai wartawan, Marten tampak melangkah cepat menyambangi mobil. Sejurus kemudian, mantan Ketua Deprov Gorontalo itu meninggalkan Kejati Gorontalo.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo Dr.Firdaus Dewilmar membenarkan kehadiran Ketua Dekot Fedriyanto Koniyo dan Wali Kota Gorontalo Marten Taha. Menurutnya, kehadiran Fedriyanto dan Marten Taha untuk melengkapi dan menandatangani berkas perkara pemeriksaan.

“Kedatangan Pak Wali Kota Marten Taha dan Ketua DPRD Fedriyanto Koniyo ke sini (Kejati,red) pada hari ini untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi proyek tujuh ruas jalan dan tadi sudah ditandatangani,” ujar Firdaus Dewilmar, Rabu (1/8).

Doktor Hukum jebolan Universitas Airlangga (Unair) itu menjelaskan, Marten Taha dan Fedriyanto Koniyo sebelumnya telah dimintai keterangan sebagai saksi pada kasus tersebut. Keduanya menjadi saksi atas kedudukan/jabatan yang diemban. Marten Taha dalam kapasitas Wali Kota Gorontalo sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. “Fedriyanto Koniyo dalam kapasitas Ketua Dekot Gorontalo yang memiliki hak penganggaran (budgeting) dan pengawasan atas proyek,” ujar Firdaus Dewilmar.

Lebih lanjut Firdaus Dewilmar mengatakan, berkas perkara yang ditandatangani Marten Taha dan Fedriyanto Koniyo berjumlah empat berkas dari tujuh berkas yang saat ini ditangani kejaksaan.

“Tujuh berkas tersebut, empat ditangani Kejati Gorontalo dan tiga lainnya ditangani Kejaksaan Negeri Gorontalo,” kata Firdaus. Dari 4 berkas perkara yang ditangani Kejati Gorontalo, ada 18 orang yang ditetapkan tersangka.

Sebanyak tiga tersangka sebelumnya telah ditahan. Mereka masing-masing adalah SAM, Kabid Bina Marga, Dinas PU Kota Gorontalo, serta dua oknum kontraktor berinisial LME dan S. “Tersangkanya sudah banyak, cuma yang resmi kami tahan ada tiga orang,” ungkap Pria yang pernah menjabat Asisten Intel Kejati DKI Jakarta itu.(tr60/gp/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar