Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Daud Noho, Tuna Netra yang Sudah 24 Tahun Jadi Muadzin

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 5 April 2017 | 10:07 WITA Tag: , , ,
  


Telaga – Hargo.co.id Waktu sudah memasuki pukul 17.30 wita, matahari telah berada di ufuk barat. Dengan pakaian koko dan sarung, Daud Noho (67) segera turun dari rumahnya. Tak lupa dia membawa tongkatnya.

Pria yang akrab disapa Pa Tenga ini rupanya tidak bisa melihat. Dengan mengandalkan tongkat tersebut, perlahan dia berjalan menuju sebuah masjid yang berada sekitar 70 meter dari rumahnya.

Kebiasaan Pa Tenga datang ke masjid sangat terlihat saat langkah kakinya sudah sangat mengenal betul setiap lekuk jalan yang ia lalui. Tiba di depan masjid, bapak 3 anak ini langsung memasuki tempat ibadah umat muslim tersebut.

BACA  Pembunuhan di Leato Utara, Dilatarbelakangi Unsur Sakit Hati

Di dalam sebuah masjid yang masih terlihat kosong itu, ia segera mengambil sebuah microphone yang letaknya pun sudah ia ketahui. Rupanya kakek buta ini adalah Muadzin di Masjid Baitul Makmur di desa tersebut.

Suaranya yang merdu pun mengundang para warga Dusun 1, Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, untuk datang menjalankan shalat Maghrib berjamaah yang juga dipimpin langsung oleh Pa Tenga sebagai imamnya. Menurut warga sekampung, hal ini sudah dilakukan Pa Tenga sejak awal masjid tersebut dibangun pada 1993 silam.

Ervina (32), warga setempat mengatakan, setiap harinya Pa Tenga tidak pernah sekalipun ketinggalan waktu shalat. “Sebelum datang waktu shalat dia yang somo duluan ke masjid, biar depe mata buta tetap dia mo pigi sandiri pake depe tongkat itu,” kata Ervina.

BACA  Tim Reptil Akhiri Sepak Terjang Terduga Pelaku Jambret di Gorontalo

Dengan kondisi seperti ini, Pa Tenga bahkan pernah sampai 3 kali jatuh ke dalam saluran air yang berada di depan rumahnya saat memasuki waktu sholat shubuh dan maghrib. Akan tetapi, hal itu tidak pernah membuat dirinya urung untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai Muadzin.

“Waktu itu subuh belum ada yang bangun, untung bae dapa dengar dia bataria ati samua langsung pigi ba tolong,” kata istri Pa Tenga, Salma Mootalu (62), saat diwawancarai Gorontalo Post.Menjadi seorang Muadzin selama 24 tahun, Pa Tenga mengaku tidak pernah menerima upah sepeser pun dari pihak mana saja.

BACA  Keluarga Penjaga Rumah Dinas, Tolak Otopsi

“Tidak pernah pak, untuk gajinya, Insya Allah saya bisa terima di akhirat nanti,” kata Pa Tenga, ketika diwawancarai Gorontalo Post dirumahnya.Pa Tenga sangat mengharapkan para generasi muda di daerahnya bisa mulai belajar menjadi seorang muadzin agar kelak bisa menggantikan posisinya di daerah tersebut.

“Saya harapkan mereka bisa melanjutkan apa yang selalu saya kerjakan setiap hari, terlebih bagi mereka yang kini sudah bisa menghapal beberapa ayat-ayat suci Al-Quran, supaya warga-warga disini bisa selalu diingatkan ketika masuk waktu shalat,” Harapnya.(###/hg)


Komentar