Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Deklarasi Paslon Abaikan Protokol Covid-19, Gubernur Tegur Bupati Pohuwato

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 4 September 2020 | 20:20 WITA Tag: , , ,
  Suasana deklarasi dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Pohuwato, Kamis (03/09/2020).(Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tak main-main dengan imbauannya agar Pemerintah Kabupaten/Kota dan Paslon Bupati dan Wakil Bupati untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pilkada terutama saat, deklarasi, pendaftaran maupun kampanye.

Ini dibuktikan dengan teguran dalam bentuk surat yang dilayangkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kepada Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga. Teguran itu dilayangkan karena ada dua Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato melaksanakan Deklarasi tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

BACA  1.000 Warga Tilong Kabila Terima Bantuan Pemprov

Teguran itu disampaikan Gubernur Gorontalo melalui surat pemberitahuan bernomor 360/Kesbangpol/1491/2020 dan ditandatangani Wagub Idris Rahim ini “menegur” bupati agar pelaksanaan pilkada lebih memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana amanah PKPU nomor 6 tahun 2020.

Surat tersebut berdasarkan hasil pemantauan deklarasi pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pohuwato. Diketahui paslon Iwan Adam dan Zunaidi Z. Hasan (Ber-IMAN) serta paslon Saiful A. Mbuinga dan Suharso Igirisa (SMS) saat deklarasi tidak menerapkan protokol kesehatan cegah covid-19.

BACA  Pilkada Kabgor Dominasi Temuan Laporan Pelanggaran di Bawaslu

Paket Ber-IMAN deklarasi di Lapangan Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia. Sementara paket SMS deklarasi di Stadion Olahraga Panua, Kecamatan Marisa. Mereka diduga tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak, sebagian massa tidak menggunakan masker dan menciptakan kerumunan dalam jumlah yang berlebihan.

BACA  Pemerintah di Tingkat Kecamatan Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan

“Sehubungan dengan hal tersebut, disampaikan kepada Bupati Pohuwato agar dalam pelaksanaan tahapan pilkada selanjutnya agar dapat menerapkan protokol kesehatan,” bunyi surat tertanggal 4 September 2020 itu.

Protokol kesehatan dimaksud yakni merujuk pada PKPU nomor 6 tahun 2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Covid-19. Perlu juga memperhatikan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.(adv/rwf/hg)


Komentar