Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Demi Pengabdian, Lebaran di Jalan Sudah Jadi Rutinitas

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 27 Juni 2017 | 02:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Momen lebaran biasanya dimanfaatkan umat muslim untuk berkumpul bersama keluarga dan saling menjalin silaturahmi. Tapi hal itu tidak terjadi pada para anggota kepolisian.

Sebagian personel Bhayangkara harus bertugas melayani umat muslim yang berlebaran. Mulai dari mereka yang mudik atau yang tidak mudik. Personel polisi itu harus menjalani tugas pada posko Ramadniya.

Bersama dengan rekan-rekannya yang juga mayoritas muslim, Hafiz tak merasa keberatan walau harus berlebaran di jalanan. Sebab sebagai seorang polisi dirinya sudah disumpah untuk siap bertugas kapan dan dimana saja. “Karena ini sudah menjadi konsekuensi seorang petugas, jadi kami harus siap,” kata dia, Senin (26/6).

Lantas ketika malam takbir tiba atau salat Idul Fitri ada sesuatu yang dirasakan, yakni kangen sama keluarga. Untuk masalah ini, Hafiz bersama rekannya melakukan berpatroli di sekitar wilayah jaga mereka. “Itu lebih baik ketimbang hanya berdiam di pos jaga,” sambung dia.

BACA  Jangan Beri Stigma Negatif Terhadap Penderita Covid-19

Menurut dia, lebaran di jalanan bukanlah kali pertama dilakukan, tapi sudah pernah dilakoni. Biasanya mereka baru bisa berkumpul keluarga bila tugas sudah selesai. “Langsung pulang kalau sudah selesai tugas, karena kangen dengan keluarga,” ucap dia.

Hal serupa juga dialami Bripda Masaji. Anggota Sabhara Polda Metro Jaya ini juga harus bertugas ketika lebaran. Padahal keluarganya telah menanti di kampung di Jawa Tengah. “Saya cuma ngirim uang saja buat orang tua di kampung. Soalnya belum bisa pulang,” kata dia.

BACA  Perayaan Natal di Tengah Pandemi, Jokowi: Jangan Kehilangan Harapan

Menurutnya, sebagai anggota Polri bertugas di saat moment penting suatu hal yang biasa. Kendati moment penting itu sangat dinantikan oleh orang tercinta.

Bagi Masaji, keberadaannya di tengah masyarakat dalam bertugas lebih berarti dibandingkan orang tercinta demi kepentingan sesaat. “Tahun lalu saya juga tak pulang, masih belum kebagian cuti,” tambah dia. (hg/elf/JPG)


Komentar