Senin, 14 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Demokrasi Cermin Kedaulatan, KPU: Pilih Berdasarkan Nurani, Bukan Manipulasi

Oleh Berita Hargo , dalam Headline KPU , pada Minggu, 3 November 2019 | 14:30 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Demokrasi dalam Pilkada merupakan cermin kedaulatan sesungguhnya. Makanya, demokrasi sering diartikan sebagai manifestasi paling umum dan mendasar dari kedaulatan rakyat.

Penegasan ini disampaikan Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tantowi pada launching tahapan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah 2020, Bone Bolango, Ahad (03/11/2019) di Center Point. Pramono Ubaid Tantowi menekankan pentingnya nilai demokrasi pada Pilkada, karena mencerminkan nilai kedaulatan sesungguhnya.

“Bagi saya, demokrasi adalah manifestasi paling umum dan mendasar dari kedaulatan rakyat. Namun, syarat pemilih berdaulat dua hal,” kata Pramono Ubaid Tantowi.

Pertama, ketika pemilih ingin menggunakan kedaulatannya untuk memilih wakilnya itu, perlu mendapatkan informasi yang benar terkait tata cara maupun calonnya. Karena itu KPU dan penyelenggara lainnya perlu menyampaikan sosialisasi tentang tahapan waktu dan tata caranya. Sehingga bukan saja persoalan teknis tapi juga persoalan substansinya.

BACA  Didukung Partai Golkar, SMS Kian Perkasa di Pohuwato

“Kandidat ini latar belakangnya bagaimana kinerjanya bagaimana dan trade record-nya bagaimana dan seterusnya. Pemilih terinformasi secara memadai untuk menggunakan kedaulatannya,” ujarnya.

Lanjut kata Pramono Ubaid Tantowi, syarat kedua adalah untuk menggunakan kedaulatannya pemilih harus otonom. Betul-betul memilih berdasarkan nuraninya bukan karena manipulasi. Manipulasi itu bisa berbentuk beberapa hal seperti politik uang.

“Jadi kalau kita memilih hanya karena untuk dibayar, itu termanipulasi sebab tadinya bukan itu pilihannya. Pemilih termanipulasi informasi atau berita hoax. Ini juga bentuk manipulasi. Jadi pemilih tidak mendapat informasi yang benar tetapi disinformasi. Akibatnya kandidat yang ada saling menjelekan, saling memfitnah, menjatuhkan karena informasinya tidak sesuai dengan kenyataan dan menjadi konsumsi publik,” jelasnya.

BACA  Kilat Akui Bone Bolango Masih Banyak Masalah

Acara ini juga dihadiri jajaran KPU Provinsi, KPU Bone Bolango, Bawaslu, pemerintah kabupaten. Menurut Ketua KPU Bonbol Adnan Berahim, berkat kerjasama seluruh penyelenggara dan pemerintah, dalam penyelenggaraan Pemilu legislative dan Pilpres 2019, menjadikan Bone Bolango daerah tertinggi tingkat partisipasi pemilihnya di Gorontalo, yakni 90,04 persen. Ini menjadi motivasi dalam pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang.

“Kami berharap berlangsung aman tertib dan lancar. Tidak ada hoax, money politic serta tidak ada kekerasan. Sebagai penyelenggara, kami telah berjanji dan sumpah untuk tidak berkhianat demi terwujudnya pemilih berdaulat dan negara kuat,” ujar Adnan.

BACA  Gubernur Bangga, Ada Pakaian Adat Gorontalo di Uang Rp 75 Ribu

Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou menegaskan bahwa Pilkada menjadi event masyarakat untuk menilai mengevaluasi setiap calon pemimpin. Dia berharap karena anggaran juga dari pemerintah daerah, maka dipergunakan sebaiknya untuk penyelenggara PIlkada. Dia juga meminta bantuan seluruh pihak mensosialisasikan Pilkada.

“Bantu sosialisasi ke masyarakat supaya mereka tidak terjebak dengan hal yang tidak diketahui. Gunakan anggaran sebaik-baiknya sesuai tahapan penyelenggaraan sehingga uang rakyat bisa termanfaatkan, agar dapat menghasilkan pemimpin yang baik. Tak ada pelanggaran, tidak ada penyimpangan, mari kita sama-sama perangi hoax,” ujarnya. (csr/hg)


Komentar