Senin, 15 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Demokrat Tak Kebagian Paket, PDIP-PPP Tunggu Pengesahan DPP

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 31 Oktober 2017 | 20:34 Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Dari 8 partai pemilik kursi di DPRD Kota Gorontalo, tinggal partai Demokrat menjadi satu-satunya partai yang belum menentukan sikap di Pilwako Gorontalo 2018.

Kelambanan partai berlogo segitiga mercy itu untuk memutuskan calon yang akan diusung serta partai yang akan menjadi kawan koalisi, membuat posisi tawar atau bargaining politik Demokrat di Pilwako menjadi lemah. Tanpa dukungan Demokrat, tiga poros koalisi yang sudah terbangun berikut kandidat calon yang diusung, dipastikan sudah bisa melenggang mulus ke pentas pilkada.

Sebab modal kursi di parlemen yang dimiliki oleh masing-masing koalisi telah memenuhi syarat untuk mengusung satu pasangan calon. Yaitu minimal lima kursi.

Sebagai gambaran, poros pertama yang sudah terbangun yaitu koalisi Golkar-PBB yang berpeluang besar mengusung calon walikota-wakil walikota Marten Taha-Riyan Kono. Modal kursi di DPRD yang dimiliki oleh koalisi ini yaitu sebanyak 6 kursi. Bersumber dari Golkar (5 kursi) serta PBB (2 kursi). Poros kedua adalah koalisi PAN (4 kursi), Gerindra (2 kursi) dan Hanura (3 kursi).

Koalisi yang akan mengusung kandidat calon walikota-wakil walikota Adhan Dambea-Budi Doku ini memiliki modal 9 kursi di parlemen. Poros ketiga yaitu koalisi PDIP-PPP yang bakal mengusung kandidat calon walikota-wakil walikota Rum Pagau-Rusliyanto Monoarfa. Koalisi ini memiliki modal 6 kursi karena PDIP dan PPP sama-sama memiliki 3 kursi.

Dari gambaran konstelasi politik yang sudah terbangun saat ini, jelas terlihat bahwa dukungan Demokrat sudah tidak terlalu berpengaruh signifikan di Pilwako. Dalam posisi itulah, Demokrat berpotensi menjadi penonton karena tak kebagian peran dalam menentukan kelolosan paket calon.

Lambatnya keputusan untuk menentukan sikap di Pilwako rupanya disebabkan Demokrat masih menunggu kepastian figur petahana Marten Taha untuk membuat keputusan terkait penentuan calon pendamping. Karena Demokrat siap untuk mengusung Marten Taha sebagai calon walikota dengan tawaran, posisi papan dua akan diisi oleh figur calon yang disodorkan oleh Demokrat. Jika bukan kader, bisa pula figur dari eksternal partai yang siap menjadi kader Demokrat. Ini diakui langsung oleh Walikota Marten Taha usai menerima kunjungan tim sembilan partai Demokrat, semalam (30/10).

“Tadi Demokrat sudah datang ke saya. Mereka berbincang-bincang soal kepastian itu. Saya katakan berikan saya waktu dua atau tiga hari untuk menentukan sikap. Karena ini harus dibicarakan bersama tim baik itu di internal partai maupun pihak lainnya. Saya tidak ingin mengambil keputusan sendiri,” jelas Marten Taha.

Salah satu anggota tim 9 Demokrat, Yohanes kepada Gorontalo Post membeberkan bahwa tujuannya untuk berkunjung ke Marten Taha untuk meminta kepastian Marten. Sebab pekan depan, tim 9 akan menentukan arah dukungan untuk Pilwako. “Kami sudah mendengar bahwa calon kuat pendamping Marten adalah Riyan Kono. Makanya hari ini kami datang untuk meminta kepastian pak Marten untuk mengambil sikap. Sebab jujur saja, Demokrat ingin mengusung Marten. Ada beberapa opsi yang kami tawarkan pula untuk beliau.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar