Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dendam Kesumat Karena Sering Diejek

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 13 Maret 2017 | 11:10 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO – Hargo.co.id Tim Alap-alap Polres Gorontalo Kota berhasil menangkap pelaku panah wayer berinisial RT alias Opin (16) di rumah orang tuanya di jalan Bengawan Solo, Kelurahan Tapa, Sipatana, Kota Gorontalo.

Sebelumnya, tersangka memanah Ronaldo Bonto alias Enal (23), seorang penjual martabak. Dihadapan polisi, tersangka Opin mengaku memanah Enal sebanyak 2 kali dengan jarak kurang lebih 6 meter.

Namun hanya satu panah wayer saja yang mengenai bahu kiri penjual martabak tersebut. Opin yang diketahui sudah putus sekolah ini nekat melakukan aksinya karena kesal sering diejek oleh korban.Berangkat dari rasa sakit hati itulah, Opin berencana membalas perlakuan korban tersebut.

BACA  Saatnya Traffic Light di Gorontalo Dilengkapi Ruang Henti Khusus

“Saya sering diejek, tidak gaga (ganteng,red), hitam dan lain-lain,” ungkap Opin. Pada Jumat, (10/3), sekitar pukul 01.30 Wita, saat Opin sedang tidur di rumahnya, langsung dibawa tim Alap-alap ke Mapolres Gorontalo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA  Pohon Tumbang di Jalan, Satu Unit Mobil Tertimpa

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP Tumpal Alexander Siallagan, Sik menerangkan, tersangka membuat anak panah tersebut saat ABG tanggung ini masih berada di Sulawesi Utara (Sulut).

“Dari tangan tersangka, kami mengamankan sebanyak 11 biji anak panah yang terbuat dari besi yang diamankan oleh paman tersangka yakni Kadir Thalib (42) di rumahnya di kelurahan Molosifat kecamatan sipatana,” jelas Tumpal.

BACA  Pohon Tumbang Menimpa Satu Unit Mobil, Kondisinya Rusak Parah

Ditambahkannya, pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut meski diketahui pelaku masih dibawah umur.Sementara itu, korban Ronaldo Bonto alias Enal saat ini sudah berada di rumahnya dengan kondisi yang sudah membaik pasca dicabutnya panah wayer yang tertancap di bagian tulang rusuk kirinya.(tr-49/hg)


Komentar