Jumat, 14 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Derby Panas Kedua Pelatih Persiapkan Strategi Jitu

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline Sportivo , pada Kamis, 7 September 2017 | 14:36 WITA Tag: , ,
  Aksi salah satu pemain Telaga Biru FC yang mencoba menggiring bola saat dikejar pemain Persidago kala kedua tim bentrok dilaga pembuka grup II Liga 3 regional Gorontalo.(foto: gorontalo post)


GORONTALO, Hargo.co.id – Pertandingan final Liga 3 regional Gorontalo yang mempertemukan Persidago dengan Telaga Biru FC adalah partai final yang jauh dari dugaan bola mania Gorontalo. Pasalnya, di fase grup kedua tim sudah pernah bersua dan Persidago sukses menang 3-0. Namun siapa sangka, dua tim satu daerah ini kembali berjumpa dipartai final Liga 3 regional Gorontalo tahun 2017.

Secara statistik, Persidago lebih diunggulkan untuk meraih trofi juara Liga 3 tahun ini dibandingkan Telaga Biru FC. Ini dilihat dari sisi persiapan tim hingga sepak terjang Laskar Menara (julukan Persidago_red) sejak babak penyisihan grup sangat menyakinkan dibandingkan Telaga Biru FC.

“Diatas kertas Persidago kemungkinan lebih bisa menguasai permainan karena lebih berpengalaman, namun di sisi lain Telaga Biru FC bukan tim yang lemah dan merupakan tim under dog yang mampu membuktikan kualitasnya sampai ke babak final,” kata Herson salah seorang pecinta sepakbola asal Telaga, rabu (6/9) kemarin. “Ini sangat luar biasa, dan pasti berpengaruh pada phsikis pemain Telaga Biru FC.

BACA  Warga Telaga Biru Antusias Sambut Pasar Murah¬†

Mereka pasti akan tampil lebih enjoy dan penuh percaya diri tanpa beban dibandingkan Persidago yang sudah terbebani dengan nama besarnya. Dan jika Telaga Biru FC mampu memanfaatkan pertandingan ini dengan baik, maka bukan tidak mungkin mereka akan jadi jawara Liga 3 tahun ini. Sehingga kunci kedua tim besok tergantung pada peran masing-masing coach dipertandingan nanti,”lanjutnya.

Terpisah, dua pelatih yang akan saling bertarung di final kepada Gorontalo Post sama-sama sudah menyiapkan strategi jitu saat dimintai komentarnya terkait partai final yang akan dijalani hari ini.

Mokhtar Mohamad pelatih Telaga Biru FC kepada Gorontalo Post mengaku akan bermain lebih tenang dengan mengoptimalkan pola counter attack yang cepat setiap kali merebut bola. “Transisi dari pola bertahan ke menyerang saya instruksikan ke pemain harus cepat dilakukan, begitu juga sebaliknya,” ujar Mokhtar Mohamad, Rabu (6/9) kemarin.

Terlebih tambah Mokhtar, dari sisi waktu persiapan, Persidago jauh lebih unggul karena pelatih Romy Malanua sudah membentuk tim jauh hari sebelum gelaran Liga 3 regional tahun ini digulir.

BACA  Kali Ini, Pasar Murah Digelar di Kecamatan Mananggu

“Saya juga harus realistis menghadapi final besok (hari ini_red), apalagi dari sisi persiapan, materi pemain hingga stamina mereka, Persidago jauh lebih siap dibandingkan kita,” lanjutnya.

Sementara bagi pelatih Persidago, Romi Malanua, usai meraih tiket lolos ke final setelah mengalahkan Kreasindo FC ia mulai mengevaluasi kekurangan tim agar tidak terulang dipartai final nanti.

“Dari evluasi sementara yang saya lakukan persoalan kerjasama tim itu yang masih kurang dan menjadi tugas yang harus diselesaikan sebelum laga final. Sedangkan untuk stamina pemain, saya rasa pada babak final nanti mereka sudah onfire dan siap,” kata Romi Malanua.

Dan terkait lawan yang dihadapi di final adalah Telaga Biru FC, Romi kembali menegaskan kepada para pemainnya untuk tidak menganggap remeh skuad asuhan pelatih Mokhtar Mohamad tersebut. “Saya rasa meski sebelumnya di penyisihan grup kami pernah ketemu dan kita menang 3-0, Telaga Biru FC patut diwaspadai.

BACA  Simak Fasilitas yang Tersedia di Masjid Al-Gazali Kota Gorontalo¬†

Mulai dari pergerakan pemain dari lini perlini, dan bagaimana mengontrol mental tanding harus diutamakan dipartai final nanti. Sebab, yang namanya final semua bisa saja berubah karena kejutan dalam sepakbola tidak ada yang tahu,”tambah Romi Malanua.

Menanggapi partai final Liga 3 regional Gorontalo antara Persidago dan Telaga Biru FC sore hari ini, plt Ketua Asprov PSSI Gorontalo, Yunus Nusi mengatakan pertemuan kedua tim dipartai final liga 3 regional Gorontalo merupakan buah dari hasil kerja keras pembinaan sepakbola selama ini yang patut diapresiasi.

“inilah sepakbola, siapa yang lebih siap dari semua yang siaplah yang akan berjaya. Persidago dan Telaga Biru FC sudah membuktikan kesiapan mereka, meski mungkin ada beberapa kekurangan yang dialami, namun kesiapan mental kedua tim ini patut diacungkan jempol,” jelas Yunus Nusi semalam.(ysn/hg)


Komentar