Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Derita Radang Otak, Terbaring selama 10 Tahun

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Wednesday, 1 August 2018 | 10:24 AM Tags: , ,
  

Hargo.co.id – Bulan ini Evan Syahputra genap berusia 10 tahun 6 bulan. Selama itu pula bungsu dua bersaudara tersebut hanya terbaring di tempat tidur. Tidak bisa duduk, bicara, maupun berdiri. ”Sudah dibawa ke rumah sakit. Kata dokter, Evan menderita radang otak dan penyempitan pembuluh darah,” terang Yulianti, tante Evan.

Ketika ditemui di rumahnya di Desa Kebraon, Kecamatan Tulangan, kemarin (31/7), Evan terlelap di kasur tempat istirahatnya sehari-hari. Di kamar sederhana itu, dia menghabiskan waktu bersama neneknya, Kusmi; ibunya, Fitriawati; dan kakaknya, Bayu Aditya.

Evan berwajah tampan. Hanya, tubuhnya kurus. Kedua kakinya kecil. Kaki yang belum pernah menapak tanah untuk berjalan tersebut diberi kaus kaki. ”Beratnya 19 kilogram,” kata Kusmi.

Saat itu perempuan 61 tahun tersebut didampingi putrinya, Yulianti. Menurut dia, ketika lahir, kondisi bocah yang berulang tahun setiap 2 Februari itu normal. Beratnya mencapai 2,7 kilogram.

Pada usia 3 bulan, Evan demam tinggi sampai kejang-kejang. Evan lantas dilarikan ke RSUD Sidoarjo. Karena demam dan kejang tidak kunjung berkurang, dia dirujuk ke RSUD dr Soetomo. Di rumah sakit tersebut, Evan telah menjalani serangkaian pemeriksaan hingga CT scan. Berdasar hasil pemeriksaan itu, diketahui Evan menderita radang otak dan penyempitan pembuluh darah. ”Sudah bolak-balik opname. Saat usia 6 bulan, Evan tak bisa melihat,” jelasnya. ”Ketika kedua tangan ditepukkan ke mata, dia tak berkedip,” lanjut Yulianti.

Meski begitu, Evan bisa merespons saat diajak bercanda. Sering kali dia tertawa jika nenek atau kakaknya menggodanya. Evan yang sudah besar dan tinggi masih mandi di bak. Dia juga tidak bisa makan sembarangan. Evan makan nasi tim dicampur wortel serta diberi garam dan gula. ”Nasi lembek itu kemudian diblender, lalu disuapkan kepada Evan,” paparnya.

Kusmi sangat hati-hati saat menyuapi cucunya agar tidak tersedak. Jika tersedak, Evan sulit bernapas. Badannya sampai membiru. ”Pernah diberi makan agak kasar. Nasi yang dilumatkan. Langsung tersedak dan biru,” ungkap Yulianti, 32.

Selain mengonsumsi makanan lembut, Evan minum susu. Sehari-hari dia juga masih menggunakan popok sekali pakai agar tidak buang air besar dan kecil di tempat tidur. Dengan begitu, Evan selalu merasa nyaman meski tidak bisa jalan ke mana pun. (may/c14/ai/hg)

Sumber : Jpnn.com

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar