Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Desain Kerja Adaptif, Cara KPU Pohuwato Dongkrak Partisipasi Pemilih

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Kab. Pohuwato KPU , pada Kamis, 30 Juli 2020 | 00:30 AM Tag: , ,
  KPU Pohuwato saat melakukan sosialisasi di desa terpencil, Rabu (29/07/2020). (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jelang Pilkada 2020 mendatang, KPU Pohuwato terus berupaya untuk mendongkrak partisipasi pemilih dengan langkah-langkah efektif. Bahkan ditengah pandemi ini, KPU juga mendesain cara kerja adaptif yang menyasar wilayah pelosok melalui program Sosialisasi si Kancil (Sosialisasi Kawasan Terpencil).

Bertempat di Balai pertemuan Desa Kelapa Lima, Kecamatan Popayato Timur. Ketua KPU Pohuwato Rinto Ali bersama Komisioner Divisi Sosialisasi & SDM Musmulyadi terjun langsung menyapa warga setempat. Dimana sosialisasi yang digelar, Rabu (29/7) itu mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Pohuwato Rinto W Ali, mengatakan. Ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih, Yakni akurasi data pemilih serta sosialisasi ke masyarakat. Dimana dalam hal sosialisasi, jelas Rinto. Ada beberapa wilayah yang tingkat partisipasinya rendah, dikarenakan masuk dalam kawasan terpencil.

“Sehingga perlu treatment-treatment khusus untuk meningkatkan partisipasi pemilih di daerah ini,” tutur Rinto dihadapan masyarakat.

Ditambahkannya pula, Dengan kondisi pandemi seperti saat ini, tentu membuat pelaksanaan Pemilu kali ini akan berbeda dengan Pemilu-Pemilu sebelumnya. Dimana hal itu juga dikhawatirkan akan menurunkan angka partisipasi masyarakat. Sehingga, masyarakat juga diminta untuk bisa memberikan dukungan penuh atas suksesi Pemilu 2020 ini.

“Potensi penurunan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 ini hampir mungkin terjadi. Maka, peran dan dukungan masyarakat sangat diperlukan dalam menyukseskan pesta rakyat lima tahunan ini.

Disamping upaya kami untuk terus mensosialisasikan, melakukan edukasi secara masif sejak dini oleh pemerintah dan stakeholder terkait lainnya. Dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan,” pinta Rinto. (ryn/adv/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar