Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Destinasi Wisata Bahari Sumenep Makin Populer di Mata Wisman

Oleh Aslan , dalam LifeStyle , pada Rabu, 31 Mei 2017 | 06:19 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id  – Destinasi wisata bahari yang dimiliki Kabupaten Sumenep benar-benar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara (wisman). Tercatat sampai dengan akhir Mei ini sudah lima kapal pesiar yang menyinggahi parairan Kabupaten Sumenep. Kunjungan ini makin membuat gairah pemerintah setempat meningkatkan kunjungan wisata dari sisi destinasi bahari untuk Visit Sumenep 2018.

 Seperti hari Senin (29/5) lalu, kapal pesiar jenis tiang tinggi (tall ship) bernama Star Clipper membawa 104 wisman dari berbagai negara. Kapal tersebut lego jangkar sekitar puku 07.00

 Berdasarkan data penumpang (passenger Manifest) yang dimiliki port agent, jumlah 104 wisman itu berasal  Australia 6 orang, Austria 6 orang, Jerman 38 orang, Spanyol sejumlah 2 orang, Finlandia sejumlah 2 orang, Inggris 20 orang, Indonesia 1 orang, Italia 2 orang, Belanda 1 orang, Selandia Baru 1 orang, Amerika Serikat 16 orang.

Wisman bersiap snorkeling dan bermain cano di Pulau Sembilan, di latari kapal pesiar Star Clipper

Wisman bersiap snorkeling dan bermain cano di Pulau Sembilan, di latari kapal pesiar Star Clipper (Disporabudpar Sumenep For JawaPos.com)

 Kehadiran Star Clipper ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya pada 16 Mei lalu juga membawa ratusan wisman dari berbagai negara. Untuk kehadiran kali ini, Star Clipper juga membawa para wisman itu ke Pantai Sembilan, Kecamatan Gili Genting. Sebagian lagi menuju kota Sumenep.

 Adapun rangkaian kegiatan yang mereka lakukan selama berada di Kabupaten Sumenep yakni 30 orang dari total penumpang mengunjungi komplek Keraton Sumenep yang baru saja ditetapkan sebagai situs cagar budaya Kabupaten.

 Rombongan tamu langsung disambut hangat Kadisparbudpora Sufiyanto, dengan pengalungan syal batik khas Sumenep di pendopo kabupaten. Disana para tamu menikmati keindahan arsitektur keraton dan semua koleksi milik museum. Setelah dari Museum Keraton Sumenep, rombongan tamu berjalan kaki menuju Masjid Jamik Sumenep melewati Taman Adipura sembari menikmati pemandangan sekitar.

 Saat para tamu berada di Masjid Jamik, para tamu menggunakan kain penutup aurat (samper dan kerudung) yang disediakan. Mereka sangat antusias saat dibantu memakai kain penutup bermotif khas tersebut dan sama sekali tidak merasa keberatan. Lantaran mereka ingin menghormati budaya umat Islam yang sangat kuat di Kabupaten Sumenep.

 Setelah dari Masjid Jamik, rombongan langsung menuju komplek pemakaman raja Sumenep (Asta Tinggi).  Setelah puas menikmati wisata sejarah di Kabupaten Sumenep, 30 orang tersebut menuju ke Pantai Sembilan, Kecamatan Gili Genting menyusul rombongan lain yang sudah lebih dulu berada di sana.

 Meskipun cuaca sedikit tidak bersahabat, namun mereka terlihat puas bermain air di pantai, bermain cano, serta berenang di pantai yang dikelola oleh pemerintah Desa Bringsang tersebut hingga menjelang sore hari.

 ‘’Singgahnya kapal pesiar jenis tiang tinggi Star Clipper ini merupakan bagian dari 12 jadwal kunjungan kapal pesiar selama setahun ini di Sumenep. Kapal yang Senin lalu tiba itu merupakan jadwal ke 5 jadi masih ada tujuh kapal pesiar lagi akan datang membawa wisman ke Sumenep,’’ Kata Kabag Humas Pemkab Sumenep Abdul Kadir, Selasa (30/5).

 Kadir mengakui Sumenep makin dilirik para wisman dalam dua tahun terakhir ini. Mereka begitu tertarik dengan budayanya yang masih kental dengan adat ketimurannya, serta peninggalan sejarah masa lalu yang masih terpelihara dengan baik. Seperti Asta Tinggi. ‘’Apalagi sekarang pulau-pulau yang masuk segitiga emas, seperti Gili Genting, Gili Iyang, makin menarik para wisman maupun wisatawan domestic untuk dikunjungi,’’ jelasnya.

 Karena itu demi Visit Sumenep 2018, Pemkab Sumenep tidak henti-hentinya melakukan promosi secara serius. Bahkan pemerintah setempat sempat promosi ke Bali dan Surabaya serta Jakarta. ‘’Ya ini semua demi suksesnya Visit Sumenep 2018. Kalau kunjungan wisatanya meningkat tentunya akan menaikkan pula pendapat masyarakat sekitar, dan juga mendongkrak pendapat asli daerah,’’ pungkasnya.(hargo/mik/JPG)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar