Selasa, 6 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Destinasi Wisata Religi Nelson Gagas Jalan Lingkar Desa Bongo

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 11 Desember 2017 | 15:16 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id Gorontalo  – Berbeda dengan tahun sebelumnya. Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo lebih teratur, Ahad (10/12). Tak ada lagi kemacetan panjang kendaraan para pengunjung.

Setiap mobil maupun sepeda motor pengunjung dari arah Tanjung Kramat, Kota Gorontalo diparkir di lapangan Desa Bongo. Selanjutnya para pengunjung berjalan kaki menuju Masjid At-Taqwa Desa Bongo tempat dilaksanakannya Maulid Nabi Muhammad SAW.

BACA  Bupati Gorontalo Cabut Maklumat Pemberlakuan Jam Malam

Kendati begitu, para pengunjung dari arah Kayubulan dan Biluhu masih terjebak dengan kemacetan. Hal itu akses jalan yang terbatas alias hanya satu jalur. Menyikapi hal itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menggagas pembangunan jalan lingkar. Hal itu sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di Desa Bongo. “Insya Allah kita akan wujudkan tahun depan,” ungkap Prof. Nelson.

BACA  Image TPA Harus Jauh dari Kesan Kumuh dan Busuk

Menurut Nelson Pomalingo, peringatan Walima di Desa Bongo menjadi destinasi wisata. Selain itu Desa Bongo juga memiliki tempat wisata alam Bubohu dan masjid walima emas. Sehingga perlu didukung oleh infrastuktur yang memadai.

“Pariwisatanya akan kita dorong terus, dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada, salah satunya adalah peringatan maulid di Desa Bongo,” ungkapnya.

Pelaksanaan walima di Desa Bongo ini sudah menjadi pusat perhatian bagi wisatawan. Baik dalam negeri maupun wisatawan mancanegara. Bahkan para pemuka agama yang berada dari daerah lain turut menyaksikan tradisi menyemarakkan hari kelahiran Maulid Nabi Muhammad SAW itu.

BACA  Disambangi Rusli Habibie, Ini Permintaan Petani di Pohuwato

Di sisi lain, pelaksanaan walima di Desa Bongo juga menjadi ajang silaturahmi. Setiap rumah menyediakan kue Kolombengi yang merupakan kue khas pada pelaksanaan walima. Kue-kue itu dibagikan kepada setiap orang yang datang.(Wan/Hg)


Komentar