Senin, 12 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Di Gorontalo, Burung Dilindungi Dijual Bebas

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Minggu, 7 Februari 2016 | 21:29 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gorontalo akhirnya mengambil tindakan tegas kepada para Penjual burung endemik di pinggiran di Kota Gorontalo.

Jumat, (5/2) sebanyak 23 ekor burung endemik berbagai jenis disita petugas saat razia di Salah satu lokasi penjualan burung yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Gotontalo.

BACA  Gorontalo Ketambahan Investor Baru, Industri Jagung Segera Dibangun

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post (grup Hargo.co.id), razia ini dilakukan setelah tim BKSDA Gorontalo mendapatkan laporan tentang adanya dugaan tindak jual/beli burung yang tergolong dilindungi dan termasuk dalam hewan endemik yang tengah di lestarikan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Dalam razia ini, petugas mengamankan puluhan ekor burung yang tergolong dilindungi dan termasuk satwa endemik Gorontalo.

BACA  Kedai Pawodu, Tempat Nongki Terbaru dengan Konsep Kekinian 

Puluhan burung yang disita BKSDA Gorontalo ini diantaranya jenis burung Jalak Kerbau, Beo Paruh Bengkok Endemik Sulteng, Burung Nuri Endemik Gorontalo yang memang telah terancam punah.

Syamsuddin Hadju Kepala BKSDA Gorontalo saat dikonfirmasi terkait kegiatan ini menegaskan, razia ini dilakukan untuk mengantisipasi semakin maraknya aksi jual beli satwa langka terutama burung yang ada di sejumlah wilayah di Gorontalo.

BACA  Perkadis Bangga Kencana dan Pemda Diminta Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Razia ini sebenarnya sudah kami lakukan berulang-ulang kali terutama di wilayah Kota Gorontalo, karena belakngan makin marak aktivitas jual beli burung yang dilakukan dengan cara terbuka dan terang-terangan,” ujarnya. (tr-45/hargo)


Komentar