Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Di India, Biaya Pernikahan Pun Diatur Negara, Alasannya…

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Jumat, 17 Februari 2017 | 13:39 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Penduduk di India sangat mungkin tidak bisa lagi mengadakan pesta pernikahan besar-besaran seenaknya. Ranjeet Ranjan, anggota parlemen dari Partai Kongres, mengajukan rancangan undang-undang (RUU) untuk membatasi pengeluaran pernikahan.Maksimal USD 75 ribu (setara Rp 999,2 juta). Jika lebih, mereka harus menyumbangkan 10 persennya untuk pernikahan gadis-gadis dari keluarga miskin. RUU tersebut juga mengatur jumlah maksimal tamu undangan dan makanan yang disajikan.
Presiden India Pranab Kumar Mukherjee dan kabinet telah menyetujui RUU tersebut untuk dibahas di Lok Sabha, parlemen di negara demokrasi terbesar di dunia itu. Ranjan memiliki alasan tersendiri sehingga mengusulkan RUU pernikahan tersebut. Sebab, di India, pernikahan bukan lagi acara sakral bagi mempelai. Melainkan sudah menjadi ajang berkompetisi dan unjuk kekayaan.
”Saat ini pernikahan labih tentang unjuk kekayaan kalian. Kenapa orang miskin harus merasa ikut tertekan dengan mengeluarkan uang sebanyak itu?” tanyanya. Ranjan hidup bersama dengan enam saudara perempuannya. Tentu tidak masuk akal bagi kedua orang tuanya untuk membiayai pernikahan mereka jika harus bermewah-mewah.
Orang-orang kaya di India membuat pernikahan mewah di istana. Menghadirkan gajah-gajah yang dihias. Juga para penari dari luar negeri serta minimal tujuh makanan utama dan belasan hingga puluhan manisan dari berbagai negara bagian. Pesta juga digelar selama beberapa hari. Keluarga menengah ke bawah harus menabung selama bertahun-tahun untuk menyelenggarakan pernikahan putra-putrinya. Begitu pesta digealar, semua uang tabungan terkuras habis. (AFP/IBI Times/sha/c11/sof/tia)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar