Senin, 23 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Di Kuwait, Merpati pun Jadi ‘Kurir’ Narkoba

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Dunia , pada Sabtu, 27 Mei 2017 | 08:00 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Seekor merpati diduga menjadi “kurir” bagi penyebaran obat terlarang. Kasus ini ditemukan di Kuwait baru-baru ini.

Dikabarkan BBC dengan merujuk pada surat kabar lokal al-Rai, pejabat adat di Kuwait telah menangkap seekor merpati yang membawa obat-obatan ke dalam tas ransel mini di punggungnya.

Sebanyak 178 pil ditemukan di saku kain yang menempel di punggung merpati tersebut.

BACA  Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Dibutuhkan di Masa Pandemi

Burung itu tertangkap di dekat gedung pabean di Abdali, dekat perbatasan dengan Irak.

Seorang wartawan al-Rai mengatakan bahwa obat tersebut merupakan bentuk ketamin, obat bius juga digunakan sebagai obat pesta ilegal.

Petugas bea cukai sendiri sudah tahu bahwa merpati sedang digunakan untuk menyelundupkan obat-obatan terlarang, tapi ini adalah pertama kalinya mereka menangkap seekor burung dalam aksinya.

BACA  Digagas, BLK Gorontalo Menjadi UPT Kemnaker RI

Aparat penegakan hukum di tempat lain, bagaimanapun, telah mengidentifikasi kasus-kasus sebelumnya dimana merpati digunakan untuk membawa narkotika bernilai tinggi.

Pada tahun 2015, penjaga penjara di Kosta Rika menangkap seekor merpati yang membawa kokain dan ganja di kantong plastik.

BACA  Amankan Pilkada Serentak, Ini yang Dilakukan Polda Gorontalo

Dan pada tahun 2011, polisi Kolombia menemukan seekor merpati yang tidak dapat terbang di atas dinding penjara yang tinggi karena berat paket kokain dan ganja diikatkan padanya.

Merpati telah digunakan untuk membawa pesan sejak zaman Romawi, menggunakan kemampuan “homing” mereka yang kuat.

Merpati balap bisa kembali ke loteng mereka dari jarak ratusan kilometer. (hg/mel/jpg)


Komentar