Selasa, 20 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Di Luar Negeri Full Day School Masuk di Atas Pukul 07.00

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 6 Januari 2017 | 22:52 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tentang Full Day School (FDS) kini mulai dilaksanakan di seluruh tanah air.

Namun, ternyata, di luar negeri, model pembelajaran di sekolah dalam sehari penuh itu sudah lebih dulu diterapkan.

Sebagaimana data dirangkum Gorontalo Post, rata-rata di beberapa negara maju, dalam penerapan FDS, siswa masuk sekolah di atas pukul 07.00 pagi.

Misalnya, Amerika, siswa di negara itu masuk sekolah mulai pukul 08.00 pagi dan pulang 15.00 sore, Inggris pukul 09.00-15.30, Australia pukul 09.00-15.30.

BACA  Sekda Bantu Promosi Produk UMKM Lokal Lewat Medsos

Namun, di beberapa negara lainnya, ada juga yang memberlakukan jam masuk sekolah mulai pukul 07.00. Diantaranya, Tiongkok masuk pukul 07.00 dan pulang 16.00, Brazil 07.00-12.00 dan termasuk Indonesia, jam masuk sekolah mulai 07.00-17.00.

Di Gorontalo sendiri, penerapan FDS ternyata menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat. Misalnya ,kebijakan FDS yang sudah diterapkan di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) yang diminta agar tidak membebankan para siswa.

BACA  Kendaraan yang Dimodifikasi Segera Ditertibkan

Apalagi dalam program yang sudah berjalan sejak beberapa hari ini ada siswa yang dilaporkan muntah-muntah di sekolah, karena tidak terbiasa sarapan terlalu pagi. Hal ini diakui oleh salah seorang guru di Kabupaten Gorontalo.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo dr. Rusli Monoarfa meminta kepada semua kabupaten/kota yang menerapkan FDS agar tidak memaksakan siswa untuk masuk pukul 06.00 Wita. Sebab itu justeru akan menjadi beban bagi mereka, dan hanya akan membuat para siswa stress.

BACA  Diputuskan Tak Ada Pelanggaran, Hamim Pou Lolos Jeratan Pasal 71

“Saya sangat mendukung full day school ini, tapi tidak harus masuk pukul 06.00 Wita karena hanya akan membuat mereka ngantuk di sekolah sehingga tidak konsentrasi dalam menerima pelajaran,” ujar Rusli yang membidangi Komisi Pendidikan ini.

Laman: 1 2


Komentar