Senin, 30 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Di Luar Negeri Full Day School Masuk di Atas Pukul 07.00

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 6 Januari 2017 | 22:52 WITA Tag: , ,
  


Sebaiknya kata Rusli, jam masuk siswa tetap seperti biasa, hanya saja mereka lebih lama di sekolah. Misalnya, ditambah satu atau dua jam dari jam pelajaran yang sebelumnya.

Karena jika ingin meliburkan anak-anak di hari Sabtu, maka jam pelajaran di hari Sabtu dipindahkan ke hari Senin hingga Jumat. Sehingga jam di sekolah di tambah satu atau dua jam.

BACA  Pemprov Gorontalo Dapat Pinjaman Rp 33,4 Miliar dari PT SMI

FDS menurut Rusli sangat bagus, dan harus didukung. Tetapi pihak sekolah juga harus menambah fasilitas atau membuat program yang bagus, sehingga anak-anak betah di sekolah.

Mereka di sekolah tidak merasa ada beban. Menurutnya, tidak semua anak sekolah yang bisa masuk pukul 06.00 Wita.

Di sisi lain, tak sedikit orang tua siswa yang juga mendukung penuh penerapan FDS ini.

BACA  Pilkada di Era Pandemi, Kerja Pengawas Lebih Berat

Nurmala Pakaya, salah satu orang tua murid yang menyekolahkan anaknya di SDN I Limboto misalnya. Ia menyayangkan adanya kritikan soal penerapan FDS.

“Kapan lagi perhatian seperti ini didapatkan dari pemerintah, inovasi itu mestinya beroleh dukungan. Selaku orang tua siswa saya justru bersyukur dan berupaya mengimbangi terobosan positif yang bertujuan membentuk anak-anak,” katanya.

Ibu dua anak ini, malah menepis keluhan-keluhan kecil yang dinilainya tak perlu diutarakan terkait FDS.

BACA  Dinas Kominfo Gorontalo Utara Gunakan Absen Elektronik Cegah Penyebaran Covid-19

“Itu karena belum terbiasa, hanya merubah kebiasaan yang memang hal berat, kuncinya bagaimana melakukan penyesuaian,” ujarnya bersemangat.

Nurhayati, warga Kelurahan Kayubulan juga mengatakan, FDS adalah upaya positif yang harusnya beroleh dukungan masyarakat, bukan untuk dipertentangkan. “Ini hal baik yang harus mampu kita imbangi,” ungkap Nurhayati.(net/fem/nat)

Laman: 1 2


Komentar