Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Di Pasar, Gula Masih Rp 16 Ribu per Kg, di Bulog hanya Rp 12.500 per Kg

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 17 September 2016 | 22:49 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Harga gula di pasaran rata-rata masih berkisar Rp 16 Ribu per Kilogram (Kg). Padahal sudah lebih dari sepekan, Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo menjual gula seharga Rp 12.500 per Kg.

Seperti kondisi di pasar tradisional Limboto, kemarin, Jumat (16/9), harga gula pasir dijual mulai Rp 15 Ribu hingga Rp 17 Ribu per Kg. Meski sudah dijual dengan harga yang relatif tinggi, penjualan gula masih terbilang lancar.

“Dari agen, saya dapat per karung Rp 740 Ribu sampai Rp 760 Ribu per koli (isi 50 Kg). Itupun agak susah. Jadi, sebenarnya kalau saya mau jual Rp 15 Ribu, untungnya sedikit,” kata Mudin, pedagang sembako yang juga warga Limboto ini.

BACA  Sekdaprov Berharap UMGO Semakin Maju dan Berkualitas

Ditanya soal gula yang dijual Bulog seharga Rp 12.500 per Kg, Mudin mengaku kaget. “Dimana itu ? Boleh saya ba beli cuma 1 karung dulu?” tanya Mudin lagi.

Senada diutarakan pedagang sembako lainnya, Lisna. Menurut dia, gula pasir yang dijualnya seharga Rp 16 Ribu per Kg sudah merupakan harga pas,

BACA  Salat Gerhana Bulan di Masjid Darul Arqam Gorontalo

“So tidak boleh kurang pak. So pas itu,” ketusnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bulog Gorontalo Syamsudin mengaku, sudah sepekan ini pengambilan gula di Bulog masih terbilang sedikit.

“Sudah seminggu lebih ini, yang mengambil gula baru sekarung, ada yang dua karung, ada yang 1 Ton. Ini masih sedikit sekali,” ungkap Syamsudin, kemarin.

Ditambahkan dia, pihaknya akan melayani siapapun yang ingin membeli gula di Bulog. Namun, untuk pengambilan dalam jumlah besar, Bulog hanya akan membuatkan surat pernyataan tidak boleh menjual gula diatas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 per Kg.

BACA  Wagub Gorontalo H. Idris Rahim, Meniti Karir Mulai dari PNS Golongan Satu

“Gula Bulog kan untuk menekan harga gula, jadi tidak boleh menjual diatas HET. Ini kita sediakan 240 Ton, siapa saja boleh datang membeli,” ungkapnya.

Syamsudin juga mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru sekali dilibatkan dalam operasi pasar untuk menekan harga gula. “Belum pak, baru sekali di pasar Bongomeme. Operasi pasar, kita siap bantu pemerintah daerah,” pungkasnya.(axl/hargo)


Komentar