Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Untuk Pilkada Gorut, Demokrat Usul Roni-Ismail

Oleh Aslan , dalam Gorontalo , pada Kamis, 30 November 2017 | 11:00 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Partai Demokrat akhirnya merampungkan proses penjaringan dan penyaringan calon yang akan diusung ke Pilkada Gorut dan Pilwako Gorontalo 2018 mendatang, di tingkat pengurus daerah.

Ada tiga kandidat calon yang diusulkan ke DPP untuk mendapatkan SK dukungan dari DPP. Yaitu satu pasangan untuk Pilkada Gorut yaitu calon bupati-wakil bupati Roni Imran-Ismail Patamani. Sementara untuk Pilwako ada dua pasangan calon yaitu, Adhan Dambea-Budi Doku serta Marten Taha-Ryan Kono.

Demikian penegasan Ketua DPD Demokrat Gorontalo, Gusnar Ismail, saat konfrensi pers bersama tim pemenangan pilkada Demokrat, Rabu (29/11), di sekretariat DPD Demokrat Gorontalo.

Gusnar mengungkapkan, untuk Pilkada Kabupaten Gorontalo Utara, Demokrat merekomendasikan pasangan Roni Imran – Ismail Patamani sebagai calon Bupati dan wakil bupati Gorontalo Utara, ke Dewan Pimpinan Pusat di Jakarta.

Dipilihnya pasangan Roni-Ismail karena sejumlah pertimbangan yang langsung dilakukan oleh tim sembilan. Diantaranya, survey Roni-Ismail yang berada diatas rata-rata.

“Survey pak Roni Imran terus meningkat, makanya kita memilih pasangan ini,” terangnya. Tak hanya itu, faktor Ismail Patamani yang merupakan kader partai Demokrat juga diakui oleh Gusnar sebagai salah satu pertimbangan Demokrat memilih pasangan ini.

Sementara itu, untuk Pilwako Gorontalo, Demokrat tak hanya merekomendasikan satu nama. Tapi dua pasang sekaligus. Yang pertama adalah pasangan Adhan Dambea-Budi Doku dan pasangan Marten Taha-Ryan Kono.

“Kenapa di Kota Gorontalo kita mengusulkan dua nama, karena untuk Pilwako Gorontalo sendiri diantara ketiga pasangan calon walikota dan wakil walikota yang sebelumnya sudah mendaftar ke Demokrat, tak ada satupun kader Demokrat,” terangnya.

Karena itu menurut Gusnar, pihaknya memilih dua pasangan terkuat yang sudah dipertimbangkan matang oleh tim sembilan. “Salah satunya juga adalah survey dari salah satu lembaga survey Idonesia, yang menempatkan dua pasang ini sebagai calon terkuat saat ini,” tambahnya.

Lebih lanjut Gusnar mengatakan, siapa yang akan direkomendasikan tergantung dari pihak DPP Demokrat. “Semua pertimbangan jelas akan disampaikan kepada DPP, termasuk soal komunikasi politik dan keuntungan-keuntungan yang didapatkan oleh Demokrat,” terangnya. Olehnya Gusnar mengungkapkan, pihaknya masih akan menunggu putusan dari DPP Demokrat.

Dinamika Pilkada Gorut

Sementara itu dinamika Pilkada Gorut belakangan ini diwarnai dengan polemik penggunaan lambang PPP dalam baliho sosialisasi pencalonan Roni Imran. Salah satu politisi PAN Rahmat Lamaji yang masuk dalam barisan pendukung Roni Imran mengatakan, penggunaan lambang PPP tersebut sudah atas persetujuan PPP melalui Ketua DPW Nelson Pomalingo.

Rahmat mengurai, pada pertemuan Roni Imran fungsionaris DPP PPP Suharso Monoarfa yang dihadiri Ketua DPW Nelson Pomalingo dan Ketua DPC PPP Gorut Salim Angio pada 2 Agustus 2017, memutuskan sementara PPP mengusung bakal Cabup Roni Imran.

Hasil keputusan tersebut ditindaklanjuti Roni Imran kepada Nelson dengan meminta izin menggunakan atribut dan lambang PPP pada sosialisasi program Roni Imran yang tercetak di seluruh baliho.

“Seluruh lambang partai politik termasuk Nasdem, atas restu atau izin pengurus partai dan bukan kehendak pribadi atau tim pemenangan Roni Imran,” jelas Rahmat.

“Tanpa diberitahu pun kami sadar bahwa penggunaan lambang partai yang bukan pengusung sangat fatal, namun tim pemenangan Roni Imran, tidak akan menghapus ataupun menghilangkan lambang PPP yang sudah terpasang,” kata Rahmat.

Sebab cetakan terbaru baliho Roni Imran dipastikan hanya akan memasang parpol pengusung saja. Maka secara otomatis baliho lama akan diganti. Bagi Rahmat, Roni Imran sebagai bakal Calon Bupati tidak berkeinginan menggunakan atribut ataupun lambang partai bukan pengusung.

Namun silaturahim dengan seluruh kader partai politik tanpa terkecuali wajib dijaga. Tim Roni Imran ingin menggunakan cara-cara yang santun, menjunjung etika politik yang baik serta damai dan kondusif. (tr-45/abk/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar