Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diajak Nonton Film Biru, Bocah 9 Tahun Dicabuli Lima Pria. Kakak Korban Ikut Terlibat

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 11 September 2019 | 14:05 WITA Tag: , , , , ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Sungguh bejat apa yang dilakukan oleh lima orang lelaki, yang berdomisili di Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.  Pasalnya, mereka telah menggagahi seorang bocah ingusan yang baru berusia 9 tahun. Mirisnya lagi, salah satu tersangka yang dari lima orang tersebut, adalah kakak kandung korban.

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, peristiwa ini terjadi pada Maret 2019 lalu. Lima orang pelaku pencabulan tersebut melakukan aksinya dengan mengajak korban naik sepeda. Bahkan diiming-imingin uang serta diajak nonton film biri (film dewasa)

Kejadian itu pun terungkap setelah orang tua korban, merasa curiga dengan gelagat anaknya yang tidak biasa. Orang tua korban pun mencari tahu dan bertanya. Dengan polosnya, korban menceritakan apa yang telah dialaminya sejak Maret 2019 lalu, yang mana telah dicabuli oleh lima orang lelaki.

BACA  Bengkel Diminta Tak Jual dan Tak Pasang Knalpot Racing

Atas informasi itu, orang tua korban langsung bergegas melaporkan kejadian itu ke Polres Boalemo pada Agustus 2019. Proses penyelidikan yang dilakukan, didapati lima orang lelaki. Anehnya lagi, salah satu diantara para pelaku yakni kakak kandung korban.

Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu R. Lahmudin didampingi Kapolsek Tilamuta, Iptu Harry Bagi beserta anggota memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media. (Foto Zulkifli Tampolo/ Hargo.co.id)

Kapolres Boalemo AKBP Ade Permana, SIK, MH yang diwawancarai melalui Kasat Reskrim Iptu R. Lahmudin menjelaskan, pihaknya telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. Tiga diantaranya tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur, satu orang dewasa dilakukan penahanan dan satu orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

BACA  Bos Lama Jadi Tersangka karena Aksi Koboi, Restock.id Ganti CEO

Lima orang tersebut yakni AH alias Amran (52) yang telah dilakukan penahanan dan yang masuk sebagai DPO adalah FK alias Frangki.

“Tiga orang lelaki masih dibawah umur, termasuk kakak kandung korban sendiri. Mereka kami tidak lakukan penahanan karena masih berusia 13 tahun. Meski demikian, perkara masih tetap berlanjut dan masih dalam proses,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Iptu R. Lahmudin, pelaku pertama yang melakukan dugaan tindakan pencabulan yakni tetangga korban yang masih di bawah umur dan selanjutnya berlanjut dengan tiga orang lainnya dan yang paling terakhir adalah kakaknya sendiri. Hanya saja, dari hasil pemeriksaan, sang kakak hanya meraba-raba korban dan tidak melakukan tindakan yang berlebihan.

BACA  Personel Polsek KPG Gagalkan Penyelundupan Cap Tikus Lewat Jalur Laut

“Korban baru berusia kurang lebih 9 tahun dan masih polos. Modus yang dipergunakan oleh para pelaku yakni dengan mengiming-imingi korban untuk naik sepeda, memberikan uang, hingga diajak menonton film dewasa. Pelaku kami kenakan Pasal 81 Subsider Pasal 82 Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungksanya. (kif/hg)


Komentar