Dianggap Lakukan Tindakan Nepotisme, Rektor IAIN Gorontalo Digugat ke PTUN

×

Dianggap Lakukan Tindakan Nepotisme, Rektor IAIN Gorontalo Digugat ke PTUN

Sebarkan artikel ini
Najamuddin Petta Solong (kiri) bersama pengacaranya, Romie Habie, saat menggelar konferensi pers. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)
Najamuddin Petta Solong (kiri) bersama pengacaranya, Romie Habie, saat menggelar konferensi pers. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Karena dianggap melakukan tindakan nepotisme, seorang rektor di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, berinisial ZS, dilaporkan salah satu dosennya ke pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

badan keuangan

Hal itu diungkapkan Najamuddin Petta Solong, selaku pelapor, melalui kuasa hukumnya Romi Habie, saat menggelar konferensi pers di salah satu lokasi yang ada di Kota Gorontalo pada Kamis (27/04/2023).

Menurut Romie Habie, bahwa kasus mal administrasi yang dilatarbelakangi oleh praktek nepotisme ini, akan menjadi pintu masuk atas beberapa kasus yang diduga kuat melibatkan rektor dari IAIN Sultan Amai Gorontalo tersebut.

badan keuangan

Dalam kasus ini, dijelaskan Romie Habie, dimana kliennya atas nama Najamuddin Petta Solong, mengaku telah mendapatkan perlakuan tidak adil dari sang Rektor, yaitu terkait Surat Keputusan Penelitian, yang tiba-tiba menggantikan dirinya tanpa melalui prosedur dan dasar yang jelas.

Oleh karena hal itu, kliennya selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam di IAIN meyakini, bahwa Rektor telah melakukan praktek nepotisme, dengan cara mengganti nama kliennya yang ada dalam SK tersebut, dengan nama anak dari rektor dan beberapa sanak famili atau pejabat struktur kampus.

“Itu SK penelitian anggarannya cukup besar, total ada Rp.1,5 milyar, sehingga atas apa yang dialami oleh klien kami, pak Najamudin saya yakin ini pintu masuk berbagai kasus lain yang nantinya akan terungkap,” kata Romie Habie.

Example 300250

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan, dimana sesuai informasi yang diperoleh, ia menyebut bahwa banyak kasus ketidakadilan yang terjadi di dalam lingkungan kampus tersebut, hanya saja menurutnya para dosen merasa takut untuk berbicara atau membeberkannya.

“Dari informasi yang saya dapat, ternyata praktek KKN di kampus naungan Kemenag RI ini sudah sangat kental,” lanjut Romie Habie.

Selain itu ia juga menyebut bahwa fakta-fakta yang telah diterima oleh pihaknya diyakini pasti akan berkembang seiring dengan adanya keberanian berbicara dari para Dosen lainnya, Mahasiswa, serta civitas akademika di dalam kampus tersebut

“Sidang perdananya di PTUN telah berlangsung hari ini, namun Rektor ZS, mangkir dari sidang,” tutup Romie Habie.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo



hari kesaktian pancasila