Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dianiaya Rekan Kerja, Nakes Puskesmas Duhiadaa Lapor Polisi 

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 12 April 2022 | 20:05 Tag: , , ,
  Sri Winda Monoarfa saat melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya. (Foto: Ryan Lagili/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Malise U. Djusuf (52) Warga Desa Marisa Utara, tak lagi bisa menahan amarahnya atas penganiayaan yang dialami anaknya Sri Winda Monoarfa (25). Winda diduga mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan rekan seprofesinya MD alias Ike yang tak lain adalah tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Duhiadaa, Selasa (12/4) kemarin. 

Perbuatan tak mengenakan yang dialami Sri Winda Monoarfa, bermula saat MD bersama Sofyawati Lasunggu, salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Duhiadaa sempat terlibat adu argumen di sebuah grup Whatsapp Puskesmas Duhiadaa, Senin (11/04/202). 

Debat terjadi lantara Sofyawati Lasunggu dituding mengambil kerjaan MD. Cekcok antar keduanya akhirnya melebar hingga menyebutkan nama Sri Winda Monoarfa. Hingga akhirnya Sri Winda Monoarfa pun ikut dalam diskusi grup tersebut. 

Niat hati ingin menyelesaikan perdebatan antar ketiganya dengan musyawarah, Puskesmas Duhiadaa pun menggelar mediasi keesokan harinya. Sayang, ditengah-tengah upaya mediasi MD diduga melakukan tindakan kekerasan dengan menarik jilbab Sri Winda Monoarfa bahkan menjambak dan menamparnya. 

Tak terima perlakuan rekan sejawatnya, Sri Winda Monoarfa yang ditemani ibundanya pun melaporkan perbuatan Ike ke Mapolres Pohuwato. Saat ditemui di Mapolres Pohuwato, Malise Djusuf, ibunda korban meminta agar pelaku diproses seadil-adilnya, mengingat perbuatan tersebut seharusnya tidak dilakukan pelaku yang notabene adalah rekan kerja korban. 

“Pokoknya proses pak, proses hukum. Jangan sampai kasian dia bekeng lagi pa orang lain atau pa saya pe anak,” ungkapnya. (***)

 

Penulis: Ryan Lagili

(Visited 792 times, 1 visits today)

Komentar