Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Didaerah Ini Banyak Janda Ditentukan Dengan Bisnis Batu Bara

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 3 Oktober 2016 | 16:20 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id SAMARINDA – Bisnis batu bara sedang lesu. Dampaknya bukan hanya melonjaknya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), tapi juga memicu angka perceraian.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim Hj Hardiana Muryani, menyampaikan, angka PHK di Kaltim kedua tertinggi di Indonesia.

BACA  Ada Perbedaan Frasa dalam UU Ciptaker yang Terkait AMDAL

Hingga pertengahan 2016 tercatat jumlah karyawan yang kena PHK sebanyak 11 ribu orang lebih.

“PHK ini kemudian diikuti dengan banyaknya wanita yang menggugat cerai suaminya,” katanya, seperti diberitakan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group).

Sepanjang 2016 ini, angka perceraian di Kaltim tercatat sebanyak 8 ribu pasangan.

BACA  Situs DPR Diretas Jadi Dewan Pengkhianat Rakyat, Pelaku Langsung Diburu

Dampak terbesar dari PHK dan perceraian itu adalah pada anak. Karena itu, menurut Hardiana, para orang tua harus berpikir lebih matang sebelum memutuskan berpisah, demi masa depan buah hatinya.

Tak sedikit, anak-anak yang kemudian ditemukan bermasalah. Penyebab awalnya adalah ketahanan keluarga yang rapuh karena orang tua bercerai,. Akibatnya, anak kekurangan kasih sayang.

BACA  Tito Karnavian Tak Segan Beri Sanksi Kepala Daerah yang Tak Netral

“Narkoba, seks bebas, tawuran, mencuri, balapan liar dan semua perilaku negatif itu, di antaranya bisa dihindari dengan kasih sayang yang utuh dari orang tuanya,” ujarnya.

Sebab, ketika di rumah nyaman, anak tentu tidak lagi akan keluyuran di luar dan melakukan hal negatif. (eff/sam/jpnn)


Komentar