Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diduga Ada Zat Pewarna Tekstil, Dagangan Kembang Gula Disita BPOM

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 3 Juni 2017 | 01:50 Tag: , ,
  

LIMBOTO, hargo.co.id – Sejumlah makanan dan minuman yang dijual para pedagang di bawah kaki Menara Limboto dilakukan uji sampel oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM).

Dari hasil pengujian, ditemukan salah satu makanan yang dijual oleh pedagang mengandung zat pewarna tekstil.

Pantauan Gorontalo Post, sekitar pukul 16.00 wita, para petugas mulai mengambil sampel makanan dan minuman dari para pedagang takjil yang menghiasi sekitar menara Limboto.

Dan beruntung dari hasil pengujian sejumlah makanan takjil maupun minuman es ini tak mengandung zat yang berbahaya.

Hanya saja, dari pemeriksaan sebuah makanan anak-anak yakni Arum Manis, positif mengandung zat pewarna tekstil yang berbahaya bagi tubuh. Dari hasil interogasi petugas kepada Marten Saludini (35), pedagang makanan tersebut mengakui, dirinya tidak mengetahui makanan yang dijualnya itu mengandung zat pewarna.

“Memang dulu, pada tempat pembuatan arum manis (kembang gula) ini sering digunakan zat pewarna, tapi skarang sudah tidak,” ujar Marten.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan, Sujono Kai, saat dikonfirmasi mengatakan, sasaran dari pemeriksaan ini adalah makanan maupun minuman yang mengandung zat pewarna tekstil yang berbahaya jika dikonsumsi.

“Dari hasil pemeriksaan kami menemukan satu makanan yang positif mengandung zat tersebut sehingga kami melakukan penyitaan terhadap makanannya serta bahan-bahan pembuatnya,” kata Sujono.(tr-55/hargo)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar