Senin, 1 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diduga Depresi, Petani di Gorontalo Ditemukan Gantung Diri

Oleh Berita Hargo , dalam Kab. Gorontalo Metropolis , pada Rabu, 3 Februari 2021 | 21:05 WITA Tag: , , ,
  Ilustrasi, Gantung Diri


Hargo.co.id, GORONTALO – Mohamad D. Kadir (46), seorang petani di Dusun Bondula, Desa Barakati Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, ditemukan meninggal dunia karena gantung diri di rumahnya. Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya karena depresi.

“Iya, korban ditemukan tewas gantung diri tadi siang sekitar pukul 13.30 Wita. Diduga karena Depresi,”
kata Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana S.I.K, melalui Kasat Reskrim Iptu Mohamad Nauval Seno, S.I.K., Rabu (3/2/2021).

Menurut keterangan saksi Rahim K. Hani (29), tutur Iptu Mohamad Nauval Seno, sebelum kejadian korban dijemput sekitar pukul 07.30 Wita tadi pagi untuk diantarkan ke kebunnya. Saat dijemput, korban justru meminta Rahim untuk mengantarkan istrinya terlebih dahulu.

BACA  Diperiksa 12 Jam, Abu Janda Jelaskan Soal Maksud Kalimat Islam Arogan

Usai mengantar istri korban, Rahim langsung memutar balik motornya untuk menjemput korban yang masih berada di rumahnya. Belum sampai di rumah korban, dalam perjalanan Rahim sudah bertemu dengan korban dan mengantarkan korban ke kebunnya.

“Saat bertemu dengan saudara saksi (Rahim) korban mengaku merasa sangat ketakutan dan juga gelisah,” ungkap Iptu Mohamad Nauval Seno.

BACA  Merespon Keresahan Masyarakat, Polda Gorontalo Akan Berantas Aksi Premanisme

Sebelum berangkat ke kebun, lanjut Iptu Mohamad Nauval Seno, korban masih sempat mendatangi rumah orangtuanya. Saat ditawari sarapan, korban menolak dan mengatakan bahwa dia akan mati hari ini.Setelah itu korban pergi ke kebun.

“Pada pukul 13. 00 Wita, saksi Risi Mantulangi (65) mendengar suara seperti kursi yang digeser. Karena penasaran, saksi memanggil Munter Mago (50), sebab posisi rumah dalam keadaan tertutup,” tutur Iptu Mohamad Nauval Seno

BACA  Pria Usia 21 Tahun Ditemukan Gantung Diri

“Saksi (Munter Mago) Kemudian mengintip dari jendela rumah korban dan melihat korban sudah dalam posisi gantung diri dengan menggunakan tali jemuran,” katanya.

Pihaknya, kata Iptu Mohamad Nauval Seno, Telah melakukan cek (Tempat Kejadian Perkara) TKP dan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melakukan visum.

“Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan memilih langsung memakamkan jasad korban,” punkasnya.(hiu/hg)


Komentar