Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diduga Keracunan Pembasmi Hama, Warga Duhiadaa Ditemukan Tak Bernyawa

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 23 September 2019 | 16:00 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Diduga keracunan pembasmi hama, warga Duhiadaa, Pohuwato ditemukan tak bernyawa di saluran irigasi sawah. Korban yang bernama Djalaludin Abdullah alias Ka Kudi (53) warga Desa Buntulia Barat ini, ditemukan pada Ahad (22/09/2019).

Informasi yang dirangkum, ini pertama kali diketahui Rudin Inaku alias Rudi (56) warga Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio. Yang mana saat itu sedang menuju ke sawah miliknya di Buntulia Barat, Duhiadaa. Kebetulan sawah miliknya berdekatan dengan swah milik korban.

Rudi sempat melihat kendaraan milik korban ketika sudah dekat dengan sawah miliknya. Meski diawal merasa ada yang janggal karena korban yang sedari tadi tak menampakan diri, Rudi pun meneruskan pekerjaanya, dengan mengecek irigasi yang mengairi sawahnya, dan selanjutnya bergegas ingin pulang ke rumah.

Namun merasa ada yang tak beres dengan sepeda motor yang masih terpakir di pinggiran jalan, Rudi lantas mencari keberadaan korban. Benar adanya. Rudi menemukan korban sudah tak bernyawa di saluran irigasi persawahan.

Kaget bercampur takut, Rudi langsung bergegas untuk memberitahukan kepada masyarakat sekitar erihal peristiwa tersebut. Rudi bersama sama masyarakat setempat langsung menuju tempat kejadian yang kemudian oleh warga dan keluarganya jenazah Ka Kudi langsung dibawa ke rumah duka.

Sebelumnya, sang Istri Hanum Kiu (48) mengakui. Jika pada pukul 06.00 Wita, suaminya berpamitan untuk pergi ke sawah yang berada di Desa Duhiadaa. Namun saat menjelang sore hari, lanjut Hanum. Keluarga baru menerima kabar bahwa Ka Kudi telah ditemukan tak bernyawa di saluran Irigasi sawah.

“Tadi pagi sekira jam 06.00, dia pamit mau ke sawah. Sebenarnya dia mau mengajak salah satu anak kami. Karena saya tidak mengizinkan, diapun pergi sendirian ke sawah, sore harinya kami dapat kabar ini,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Duhiadaa, Ibrahim Kiraman kepada media ini, mengungkapkan, dari keterangan beberapa warga, diduga tewasnya Ka Kudi dikarenakan keracunan bahan yang digunakan korban saat akan menyemprot tanaman padi. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan.,

“Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas duhiadaa, petugas kesehatan Puskesmas Duhiadaa telah mendatangi rumah korban untuk melakukan pemeriksaan sementara terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, hanya saja, di area perut kulit mengalami seperti luka bakar. Dari informasi warga, kematian beliau diduga karena telah menghirup bahan yang akan disemprotkan ke sawahnya,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Pohuwato AKBP Agus Widodo,SIK.,MH menyampaikan bahwa dari peristiwa tersebut, pihaknya masih terus melakukan pendalaman, dan mengumpulkan informas-informasi dari masyarakat. Hanya saja, lanjut Alumnus Akpol 98 ini. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

Penemuan Mayat 2

“Sampai saat ini, kita terus mencari informasi lanjutan kaitan dengan peristiwa ini, meski keluarga sudah menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Pihak keluarga juga bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait kematian korban,” jelas mantan Kabag Binkar Polda Gorontalo ini. (ryn/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar