Minggu, 31 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diduga Miliki Narkoba, Warga Kota Gorontalo Diamankan Polisi

Oleh Berita Hargo , dalam Indonesia 99 Kata Metropolis , pada Kamis, 19 Maret 2020 | 15:07 WITA Tag:
  Ilustrasi. Seorang warga Kota Gorontalo diduga memiliki Narkoba diamankan polisi


Hargo.co.id, GORONTALO – Salah seorang masyarakat Kota Gorontalo, kini harus berurusan dengan Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota. Warga Kota Selatan, Kota Gorontalo yang berinisial JK (36) itu, diduga memiliki narkoba jenis sabu.

Informasi yang berhasil dihimpun, JK diamankan polisi pada Jumat (13/03/2020) sekitar pukul 22.00 Wita. Itu dilakukan berdasarkan pengembangan oleh Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota yang dipimpin langsung oleh Bripka Rinto Bami, SH.

Hasilnya,  tepat di Jalan AMPI, Molosipat U, Sipatana, Tim Opsnal melihat seorang lelaki yang mencurigakan sedang berada di tepat jalan. Merasa curiga, Tim Opsnal kemudian mengamankan lelaki yang diketahui bernama JK.

Hasil interogasi oleh Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota, JK mengakui bahwa dirinya sedang mencari salah satu bungkusan kecil yang merupakan butiran kristal bening (Narkoba). Menurut JK, dirinya hanya disuruh oleh rekan dekat rumahnya, untuk mengambil barang di pinggir jalan.

Mendengar penyampaian JK, Tim Opsnal kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan satu bungkus kecil kristal bening yang diduga adalah Narkoba jenis sabu.

Atas kejadian itu, JK langsung digiring ke Polres Gorontalo Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro Agitson Putra,SIK,MT melalui Kasat Narkoba AKP Sutrisno, SH mengatakan, dari tangan JK, pihaknya berhasil mengamankan satu buah plastic bening berisikan butiran kristal yang diduga narkoba jenis sabu.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut, JK ternyata positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Barang bukti berupa satu saset narkoba jenis sabu, telah kami timbang di BPOM Gorontalo, beratnya kurang lebih 0,35123 gram. Saat ini JK telah ditetapkan sebagai tersangka dan perkara ini pun masih sementara dalam proses pengembangan anggota yang berada di lapangan. Tersangka JK kami kenakan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Pohuwato ini. (kif/hg)

Loading spinner

Komentar