Friday, 30 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diduga Sebar Fitnah, Seorang Warga Ditampar Kades

Oleh Berita Hargo , dalam Kab. Gorontalo Metropolis , pada Wednesday, 9 June 2021 | 00:05 AM Tags: ,
  Ilustrasi. Penganiayaan diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa terhadap warganya. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Seorang Kepala Desa di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo dipolisikan ke Mapolres Gorontalo atas dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap warganya.

Informasi yang dihimpun Hargo.co.id berdasarkan keterangan korban yang bernama Ningsih Ismail (31), penamparan terjadi di Kantor Desa Pilobuhuta, saat dirinya diperiksa atas kasus dugaan fitnah, Kamis (03/06/2021)

Dirinya, kata Ningsih Ismail, diduga telah melakukan Fitnah dengan menyebarkan isu bahwa telah terjadi perselingkuhan antara Yusuf Duki dan Nurhayati yang merupakan warga di desa tersebut.

“Kami bertiga di undang di kantor desa oleh Kades untuk menyelesaikan masalah itu. Setelah masalah itu sudah selesai, tiba-tiba saya disuruh berdiri oleh Kades, tapi saya malah di tampar dua kali di bagian pipi kiri dan kanan oleh kades itu,” ungkap Ningsih Ismail, Selasa (08/06/2021).

Kepada Wartawan, Ningsih yang diwawancarai di depan Ruangan Kantor SPKT Polres Gorontalo mengaku baru melaporkan kejadian tersebut karena awalnya dirinya merasa ragu untuk melapor.

Selain merasa segan karena Kades yang akan dilaporkan baru dilanti, dirinya juga mengaku tidak paham soal hukum. Dirinya hanya berharap agar tindakan Kades tersebut mendapatkan ganjaran yang sesuai dengan prosedur hukum yang ada.

“Jujur pak saya ini tidak tahu bagaimana proses untuk melaporkan. Jadi saya minta tolong kepada warga yang paham untuk melaporkan masalah ini. Awalnya saya melaporkan masalah ini di Polsek Batudaa, tapi diarahkan untuk segera melaporkan ke Polres Gorontalo,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo melalui Kasat Reskrim, Iptu Mohamad Nauval Seno, S.I.K. saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Saat ini, Kata dia, laporan tersebut sudah ditangani oleh Polres Gorontalo dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah kami diterima laporannya,
Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan,” kata Iptu Mohamad Nauval Seno, SIK melalui pesan singkat kepada Hargo.co.id, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Pilobuhuta, Hamza Meluko saat diwawancarai sejumlah wartawan tidak membantah kejadian tersebut. Dirinya berdalih, tindakan tersebut dilakukan karena Ningsih Ismail telah mencemarkan nama baik Nurhayati.

Dirinya menjelaskan, tindakan tersebut merupakan permintaan Nurhayati yang tidak terima dengan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Ningsih Ismail. Nurhayati meminta agar Ningsih Ismail diberikan tindakan.

“Iya benar saya menampar dia (Ningsih), tapi itu dilakukan karena Nurhayati tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan Ningsih dan meminta Ningsih diberikan ganjaran berupa tamparan. Sebab, Nurhayati akan melaporkan hal itu ke pihak berwajib kalau Ningsih tidak diberikan tindakan ataupun efek jera,” kata Hamzah Meluko.

Sebelum menampar Ningsih Ismail, kata Hamzah Meluko, Ningsih sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya serta tidak akan memperpanjang persoalan tersebut.

“Saya tampar dia (Ningsih) disaksikan seluruh aparat desa di Desa Pilobuhuta yang ada pada saat itu dan mereka juga sudah diberikan surat pernyataan, dan sudah ditandatangani oleh mereka bertiga, agar tidak lagi meluaskan masalah ini,”

Meski begitu, Hamzah Meluko, dirinya siap untuk bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut. Dirinya juga akan memenuhi panggilan jika kemudian hari dirinya akan diundang ke Polres Gorontalo untuk menjalani Proses yang ada.(hiu/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar