Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diego Maradona Wafat, Warga Argentina Merasa Kehilangan

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia Sepakbola , pada Kamis, 26 November 2020 | 20:05 WITA Tag: ,
  Sejumlah penggemar berkumpul di luar Stadion Diego Armando Maradona, Buenos Aires, Argentina, selepas kabar meninggalnya legenda sepak bola Diego Maradona pada Rabu (25/11/2020). (ANTARA/REUTERS/Magali Druscovich)


Hargo.co.id, ARGENTINA – Masyarakat Argentina sangat kehilangan atas wafatnya legenda sepak bola dunia Diego Maradona.

Dilansir dari JPNN.com, Presiden Argentina Alberto Fernandez pun menetapkan tiga hari masa berkabung.

Sejumlah suporter sang legenda berkumpul di jalan-jalan kota Buenos Aires, menyusul kabar kepergian Maradona dalam usia 60 tahun akibat serangan jantung.

Di dekat markas bekas klub Maradona, Buenos Aires, tampak sejumlah penggemar menaruh karangan bunga duka cita.

Sebagian lainnya turut berkerumun di San Andres dekat rumah Maradona juga di La Plata, kota yang tak jauh dari Buenos Aires, di mana sang legenda menghabiskan waktu sebagai direktur teknis klub Gimnasia y Esgrima.

BACA  Diblokir Facebook, Twitter dkk, Donald Trump Murka

Sementara itu, sebuah banner digital yang biasanya digunakan untuk informasi transformasi publik kini dihiasi ucapan “Terima kasih, Diego.”

“Diego adalah yang terbaik di sini, selamanya. Saya bertemu istri pada 1986 ketika Diego mencetak gol Tangan Tuhan-nya,” kata Jose Luis Shokiva, warga Buenos Aires berusia 53 tahun.

Ia merujuk pada gol Maradona ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986 di Meksiko.

BACA  FIFA Batalkan Piala Dunia U-20 2021, Menpora Zainudin Amali Mengaku Sedih

“Sejujurnya, bagi saya Diego adalah segalanya. Sebagai suporter Boca dan Argentina, ia adalah sosok terhebat. Apa yang terjadi menimbulkan kesedihan mendalam,” ujar Shokiva yang mengenakan kaos bersematkan wajah Maradona.

Maradona kesohor di dunia sebagai salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa, tetapi di tanah kelahirannya ia dipuja-puja tak ubahnya tuhan.

El Dios atau Tuhan adalah julukan yang disematkan kepadanya dari penggemar lokal Argentina, yang kebetulan bisa dipelesetkan dari El Diez atau 10, nomor punggung yang dikenakannya.

BACA  Isu Jual-Beli Jabatan Manajer Timnas Indonesia U-19 Menyeruak, Begini Penjelasan PSSI

“Saya sangat sedih, ia mewarnai masa kecil saya hingga dewasa,” kata Mariela Barg seorang pengacara di Buenos Aires.

“Ia begitu lekat dengan sesuatu yang amat identik dengan Argentina, sepak bola, dan kini ia telah pergi,” pungkasnya.(Antara/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Masyarakat Argentina: Terima Kasih, Bagi Saya Diego Segalanya!“. Pada edisi Kamis, 26 November 2020.

Komentar