Sabtu, 16 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diguyur Hujan! Tumbilotohe Perdana Kurang Semarak

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 22 Juni 2017 | 12:26 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Harapan masyarakat Gorontalo untuk menyaksikan kemeriahan malam tumbilotohe tadi malam (21/6) mendadak buyar. Lokasi-lokasi pusat pelaksanaan tumbilotohe yang tadinya terang benderang berubah gelap. Ini menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo serta Kabupaten Bone Bolango.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup hargo.co.id), awalnya sekitar pukul 17.00 wita, hujan sempat mengguyur wilayah Limboto-Telaga Biru. Namun durasi hujan hanya berlangsung beberapa menit. Sementara untuk wilayah Kota Gorontalo dan Bone Bolango sampai dengan magrib cuaca terang benderang.

Selepas magrib pukul 18.30 wita, lampu-lampu di beberapa pusat perayaan tumbilotohe mulai dinyalakan. Untuk Kota Gorontalo pusat perayaan tumbilotohe dengan lampu botol tersebar antara lain di halaman Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG), SMA Negeri 3 Gorontalo, Jl. K.H Adam Zakaria Kelurahan Dembe Jaya, Kec.Kota Utara, Lapangan Buladu, Kecamatan Kota Barat serta Kelurahan Tumolobutao (depan Masjid Alqamar).

BACA  Susul Lima Kepala Daerah, Indra Yasin Siap Divaksin Perdana

Di Kabupaten Gorontalo, perayaan tumbilotohe lampu botol tersebar di antaranya di Kecamatan Tilango serta objek wisata pentadio resor. Khusus untuk objek wisata pentadio resor, Pemkab Gorontalo menjadikan sebagai pusat wisata tumbilotohe. Ribuan botol lampu telah disediakan.

Sedangkan di Kabupaten Bone Bolango, perayaan tumbilotohe dengan lampu botol berada di lapangan Ipot Tapa, Danau Perintis Suwawa, serta center point Tilongkabila. Sayangnya kerlap kerlip lampu botol yang mengundang decak kagum hanya bertahan lebih kurang 30 menit. Sekitar pukul 19.00 wita, rintik hujan mulai melanda wilayah Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo dan Bone Bolango.

Puncaknya mendekati salat tarawih sekitar pukul 19.30 wita, hujan deras mengguyur. Alhasil, nyaris tak ada kemeriahan seperti yang diekspektasikan warga Gorontalo sehari menjelang tumbilotohe.

Jalanan nampak sepi. Hanya nampak sejumlah kenderaan roda empat yang berseliweran di jalanan Ibu Kota Provinsi Gorontalo itu. Hujan yang turun sejak pukul 19.30 wita benar-benar mengubah suasana perayaan hari pertama Tumbilotohe di Gorontalo jauh dari kata-kata meriah.

BACA  ‘NKRI Peduli’ Masih Berlanjut, Bukti Tak Terkait dengan Pilkada  

Ratusan ribu lampu botol yang sudah disiapkan sejak sore hari oleh panitia pelaksana masing-masing pusat perayaan tumbilotohe nampak padam. Hal ini seperti yang terlihat di Lapangan Rektorat Kampus Universitas Negeri Gorontalo. Lokasi yang digadang-gadang menjadi salah satu lokasi yang akan ramai dikunjungi warga itu, nampak sunyi.

Hanya terlihat sejumlah mahasiswa yang berjalan kesana-kemari di tengah hujan yang terbilang tak terlalu deras namun mampu membuat orang yang berjalan dibawahnya akan basah kuyup.

Begitupula di Lapangan SMA N 3 Gorontalo. Lokasi yang rencananya akan dilakukan pelepasan 1.438 lampion untuk menyemarakkan tradisi tumbilotohe itu nampak sepi. Sejumlah panitia nampak berteduh di bangunan-bangunan sekolah sembari memandangi stage ataupun rangkaian lampu yang sudah mereka persiapkan sejak beberapa hari kemarin.

Meski begitu Kemeriahan masih sedikit terlihat di kawasan Jalan Bengawan Solo Kota Gorontalo. Perayaan tumbilotohe masih bisa sedikit terlihat dari jejeran lampu listrik yang dipasang menyerupai lorong di sepanjang jalan Bengawan Solo, Kelurahan Bulotadaa Timur, Sipatana. Demikian pula di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur serta di Tomulobutao, Kecamatan Dungingi.

BACA  Tiba di Gorontalo, Vaksin Covid-19 Dikawal Ketat

Sejumlah panitia pelaksana Tumbilotohe yang ada di Kota Gorontalopun mengaku sedih dengan gagalnya perayaan tumbilotohe hari perdana. Salah satunya disampaikan Ketua Karang Taruna Bulotadaa Timur Melki Gani.

Mantan Ketua Senat Fakultas Pertanian UNG ini mengungkapkan, persiapan yang dilakukan olehnya dan sejumlah warga setempat sudah dilakukan sejak beberapa minggu sebelum perayaan tumbilotohe. “Mau apalagi, ini bukan karena faktor teknis, tapi karena hujan. Kan tidak mungkin kita harus protes ke Tuhan,” ujarnya sembari tersenyum. Menurut Melki, ia dan rekan-rekannya akan kembali mempersiapkan untuk tumbilotohe hari kedua.(tr-45/hargo)


Komentar