Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diikuti 600 Mahasiswa dari 53 PTN, Gorontalo Jadi Lokasi KKN Terbesar di Indonesia

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 20 Juli 2017 | 11:16 AM Tag: , , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Provinsi Gorontalo kembali mendapat kepercayaan sekaligus perhatian pemerintah. Setelah menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Catatan Sipil pada Mei 2017 lalu. Kembali Gorontalo ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2017.

KKN Kebangsaan 2017 menjadi sepesial bagi Gorontalo, karena daerah “Serambi Madinah” ini merupakan provinsi kedua di Indonesia Timur yang menjadi tempat pelaksanaan KKN Kebangsaan. Sebelumnya pada 2013, pelaksanaan KKN Kebangsaan dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan.

KKN Kebangsaan 2017 akan diikuti sebanyak 600 mahasiswa. Mereka berasal dari 53 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia. Menariknya, selain mahasiswa PTN se-Indonesia, KKN Kebangsaan 2017 turut diikuti oleh Universitas Ehime, Jepang. Sedikitnya ada 11 mahasiswa yang diutus oleh salah satu universitas terkemuka di Jepang itu.

KKN Kebangsaan 2017 akan berlangsung selama sebulan. Dimulai pembukaan hari ini, Kamis (20/7) bertempat di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Selanjutnya pada Sabtu (22/7), para mahasiswa akan mulai menempati lokasi KKN. Adapun lokasi KKN Kebangsaan 2017 tersebar di 60 desa di 11 Kecamatan se Kabupaten Bone Bolango.

Menariknya, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut akan menyebar hingga di wilayah pelosok. Di antaranya ada yang di Pinogu, Mongiilo hinga ke wilayah Bone pesisir.

Selama sebulan, para mahasiswa peserta KKN kebangsaan akan berbaur dengan masyarakat dan turut melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai bidang ilmu yang dimiliki. Hal itu sejalan dengan tema yang diangkat yakni “Merajut Tali Kebangsaan melalui Penerapan Konservasi Lingkungan untuk Mendukung Kedaulatan Pangan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNG, Prof. Dr. Fenty Puluhulawa menyampaikan, bahwa tujuan dari KKN kebangsaan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mempererat tali kebangsaan melaluisemangat nasionalisme dan rasa persaudaraan antar perguruan tinggi dan mahasiswa seluruh Indonesia, mendorong dan memacu pembangunan nasional yang berkelanjutan dengan penerapan prinsip konservasi lingkungan, meningkatkan dan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kedaulatan pangan sebagai bagian dari pembangunan nasional.

“Dengan adanya KKN kebangsaan ini kita berharap memberikan dampak yang positif dalam pembangunan di Gorontalo khususnya yang ada di Bone Bolango,” ungkap Prof.Fenty.

Ketua Panitia pelaksana KKN Kebangsaan, Raflin Hinelo menyampaikan, mahasiswa peserta KKN Kebangsaan ini, akan ditempatkan di 11 kecamatan di Bone Bolango. masing-masing Bolango Ulu, Suwawa Selatan, Botu Pingge, Suwawa Timur, Bone Raya, Bone, Pinogu, Kabila Bone, Tapa, Bulawa dan Bone Pantai. “11 Kecamatan tersebut, ada 60 desa yang akan mahasiswa tempati, dan setiap desa memiliki satu orang dosen pembimbing lapangan,” ungkap Raflin.

Ia juga menyampaikan untuk penempatan satu lokasi, itu terdiri dari beberapa universitas, sehingga mereka berbaur dengan masyarakat yang ada di desa, sudah mewakili masing-masing universitas.

“Contohnya, di Desa A, akan ada lima mahasiswa dari berbagai universitas, seperti dari unhas, unpad, unima, dan ung itu akan gabung di satu desa,” ungkapnya.

Sesuai dengan jadwal yang ada, sebelum diberangkatkan ke desa-desa yang ada di Bone Bolango, mahasiswa akan diberikan pembekalan dulu selama lebih kurang tiga hari, dengan pemberian materi tentang wawasan kebangsaan, kearifan lokal Gorontalo, pelaporan mahasiswa KKN kebangsaan. Dan pelaksanaan KKN kebangsaan ini akan dibuka langsung oleh Menristek Dikti, Prof.Dr. M Nasir.

“Besok (hari ini,red) pak Menristek akan membuka kegiatan KKN Kebangsaan, dan akan dilanjutkan dengan kuliah kebangsaan yang akan disampaikan oleh Menko Polhukam pak Wiranto. Dari pihak Polri dan TNI juga kita jadwalkan untuk memberikan materi,” jelas Raflin.

Dan setelah tiga hari menerima materi, mereka akan diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Bone Bolango, untuk selanjutnya diterjunkan ke masing-masing lokasi.

Pelaksanaan KKN kebangsaan ini selama satu bulan. “Khusus untuk peserta dari universitas Malaysia, dan universitas Ehime Jepang, mereka akan bergabung nanti setelah satu minggu, dan akan berbaur dengan para peserta KKN Kebangsaan,” katanya.

Sementara itu, mengawali seluruh rangkaian kegiatan pelaksanaan KKN Kebangsaan mahasiswa, para mahasiswa, dan para rektor serta ketua LPM se Indonesia, dijamu dengan makan malam oleh pemerintah provinsi Gorontalo.

Kegiatan tersebut, berlangsung dengan penuh keakraban, para peserta KKN kebangsaan lebih saling mengenal satu dengan lainnya. Welocome party ini juga, diisi dengan tarian saronde, tarian penyambutan bagi masyarakat Gorontalo, dan juga peserta dihibur dengan paduan suara dari Gorontalo Inovasi (Gotiv).

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar