Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dikarantina 14 Hari, Apa Saja Kegiatan 238 WNI di Natuna?

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 3 Februari 2020 | 17:05 Tag:
  Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, Tiongkok, turun dari pesawat setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). WNI yang dievakuasi dari Wuhan tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Ranai, Natuna untuk menjalani observasi. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

Hargo.co.id – Kementerian Kesehatan memastikan sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, saat ini dalam keadaan sehat di Natuna. Mereka semua sedang dalam masa pemantauan atau karantina di Natuna, Kepulauan Riau, selama 14 hari.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono memastikan mereka semua dicek kesehatannya secara berkala selama 14 hari. Skenario di Natuna, kata Anung, adalah pemeriksaan kesehatan dilakukan dua kali dalam sehari, dalam bentuk pengukuran suhu. Dan sampai saai ini dilaporkan dalam keadaan baik.

“Ada di ring 1 yang mengelompokan, saudara-saudara kita yang dari Hubei ini ditempatkan di 10 tenda, 7 kamar yang terpisah, karena ada yang keluarga, laki-laki dan perempuan semua dipisahkan sebagaimana yang ada. Dan semuanya sehat,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2).

Tak hanya soal pengecekan kesehatan, pihaknya juga sudah menyiapkan kegiatan untuk 14 hari ke depan. Termasuk mengupayakan pemasangan WiFi.

“Pagi tadi dilakukan pengukuran suhu lagi setelah mereka melakukan olahraga dan sarapan pagi,” jelasnya.

Bahkan untuk mengisi kegiatan dan menghindari rasa jenuh, sudah disiapkan agenda kegitan harian untuk para WNI. Apa saja itu?

1. Kegiatan Olahraga

Para WNI juga diberikan jadwal dan agenda olahraga rutin setiap hari untuk menjaga kebugaran tubuhnya.

2. Kesenian

Dan disiapkan juga alat-alat kesenian yang barangkali bisa dipakai oleh WNI. Sehingga tetap bisa ceria di lokasi observasi.

3. Trauma Healing

Di lokasi observasi juga disediakan psikolog. Sehingga para WNI bisa lebih rileks dan tidak stres.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi senin 03 januari 2020

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar