Suasana dialog spesial Gubernur Menyapa melalui LPPL Radio Suara Rakyat Hulondalo, Senin (23/03/2020). (Foto : Istimewa)

Dinas Pendidikan Gorontalo Awasi Sistem Belajar Online

Advertorial Edukasi Gorontalo

Hargo.co.id GORONTALO – Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo awasi sistem belajar online yang dilakukan oleh siswa dan siswi SMA sederajat. Hal ini terungkap pada dialog spesial Gubernur Menyapa melalui LPPL Radio Suara Rakyat Hulondalo, Senin (23/03/2020).

“Tadi kami sudah sampeling tentang belajar online keseluruh sekolah SMA sederajat, dan semuanya berjalan dengan baik. Kami pastikan juga siswa mengikuti pelajaran dengan sistem daring, melalui berbagai aplikasi. Ada Google Zoom, Ruang Belajar, banyak sekali,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Roni Mamu yang hadir pada dialog spesial tersebut.

banner 728x485

Selain memantau sistem pelaksanaan belajar online, kata Roni Mamu, pihaknya juga memastikan absensi siswa lewat online.

“Kehadiran mereka (Siswa) dicek lewat absen secara online. Ini dilakukan untuk memastikan mereka tidak kemana – mana,” ungkapnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto menegaskan, penetapan status siaga darurat non bencana alam oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berdasarkan aturan yang berlaku.

“Kami sampaikan bahwa penetapan status siaga darurat non bencana alam ini yang pertama berdasarkan UU nomor 24 tahun 2008 dan juga Kepres nomor 7 tahun 2020. Ada juga Perpres nomor 17 tahun 2018. Pak Gubernur sangat hati-hati dalam mengambil keputusan ini, beliau berulang kali juga meminta kami untuk mengkaji hal ini,” ungkap Kepala BPBD Provinsi Gorontalo, Sumarwoto yang hadir pada dialog spesial itu.

Ia melanjutkan penetapan status ini bukan berarti Gorontalo telah positif corona, melainkan sebagai langkah pencegahan agar seluruh pihak bergerak serentak untuk mencegah masuknya wabah corona ke Gorontalo.

“Melalui penetapan ini, pemprov dan kabupaten kota bisa menggerakkan segala potensi yang ada, baik itu SDM, peralatan dan logistik untuk melakukan pencegahan. Contoh yang nyata adalah pemeriksaan di pintu-pintu masuk, seluruh SDM dan peralatan digerakkan kesitu, supaya kita tidak berlanjut ketahap yang lebih serius lagi,” lanjut Sumarwoto.

Pada pelaksanaan dialog itu sendiri, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali menegaskan upaya mencegah dan mengatasi virus corona atau covid-19 butuh peran dan partisipasi masyarakat. Ia menilai, segala upaya pemerintah akan menjadi sia-sia jika masyarakat tidak mematuhi imbauan pencegahan virus corona yang sudah ada.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Ini inti dari pembicaraan kita hari ini. Walaupun upaya kami sudah maksimal, tanpa ada kesadaran dan partisipasi dari masyarakat maka akan sia-sia. Hanya satu nyawa kita, kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi. Intinya adalah kesadaran masyarakat. Mari kita dengar, laksanakan dan pelajari,” tutup Rusli.(adv/rwf/hg).