Senin, 1 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dinilai Mengandung Unsur Penistaan Agama, Puisi Sukmawati Dipermasalahkan

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Selasa, 3 April 2018 | 16:54 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id“Aku tak tahu Syariat Islam Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah”, itulah sepenggal puisi yang dibacakan oleh ibu Sukmawati Soekarnoputri yang berjudul “Ibu Indonesia”.

Dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Dalam acara tersebut Ibu Sukmawati Soekarnoputri membawakan puisi berjudul “Ibu Indonesia”. Puisi tersebut dinilai mengandung unsur penistaan agama karena membandingkan Adzan dengan kidung. Kidung dalam bahasa Jawa yang berarti “Bernyanyi” dalam bahasa Indonesia.

Puisi itu dipermasalahkan oleh Kapitra Ampera, selaku pengurus persaudaraan Alumni 212. Karena itu Kapitra berencana melayangkan somasi pada Sukmawati Soekarnoputri atas puisinya tersebut. “Ya kami akan melayangkan Somasi, ada dugaan penistaan agama,” kata Kapitra saat dihubungi, senin (2/4).

BACA  20 Tahun Penjara Menanti Tersangka Bom Ikan di Torosiaje

“Saya sangat menyesalkan membandingkan puisi kidung dengan aturan agama, syariat agama. Adzan itu tidak hanya sekedar suara tapi panggilan (ibadah). Artinya representasi dari pemeluk agama (Islam),” kata Kapitra yang juga pengacara Imam besar Front Pemebela Islam (FPI) Rizieq Shihab tersebut.

sementara itu Ibu Sukmawati membantah bahwa puisinya itu mengandung unsur penistaan agama. “Itu suatu realita tentang Indonesia,” katanya.

Menurutnya, ia mengarang cerita dalam puisi itu. Sebagai seorang budayawan, ia menyelami pikiran masyarakat dari berbagai daerah yang memang tidak memahami Syariat Islam. Misalnya di Wilayah Indonesia Timur seperti Bali.

Soal kidung ibu pertiwi Indonesia yang dinilai dibandingkan dengan azan, ia menilai hal tersebut sah-sah saja.

“Enggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati,” kata Sukmawati.

BACA  MA Catat Putusan Perkara Tahun 2020 Terbanyak Sepanjang Sejarah

“Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar. Sebagai panggilan waktu untuk salat. Kalau tidak ada, Akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu”.

Berikut ini adalah Puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dibuat dan dibacakan oleh Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

BACA  Eiger Minta Maaf dan Mengaku Mendapat Pelajaran yang Luar Biasa

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. (DAL/hargo)


Komentar