Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dinilai Potensial, Gorontalo Perlu Kembangkan Sektor Perhotelan

Oleh Admin Hargo , dalam Podcast , pada Selasa, 24 Agustus 2021 | 22:05 Tag: ,
  Manager Hotel Aston Gorontalo, Alain John-John Siwy saat menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Provinsi Gorontalo mempunyai market yang cukup baik di bidang sektor perhotelan. Hal tersebut dikarenakan Gorontalo diapit oleh dua provinsi yakni Sulawesi Utara (Sulut) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurut Manager Hotel Aston Gorontalo, Alain John-John Siwy, secara demografi Gorontalo mempunyai posisi yang baik dan strategis dimana diapit oleh dua provinsi yakni Sulteng dan Sulut. Buol (Sulteng) yang lebih dekat dengan Gorontalo, begitu juga Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow Utara (Sulut).

“Ini merupakan peluang bagi para pelaku bisnis dalam mengembangkan sektor perhotelan, khususnya yang ada di Gorontalo untuk menggarap market dari beberapa daerah tersebut,” kata Alain John-John Siwy ketika menjadi tamu dalam Femmy Udoki Podcast yang ditayangkan di Channel YouTube Femmy Kristina Sabtu (21/08/2021).

Lanjut katanya, Gorontalo saat ini masih sangat membutuhkan akomodasi terutama dalam sektor perhotelan. 

“Kami melihat potensi di Gorontalo. Masyarakat Gorontalo sangat konsumtif bahkan di Aston sendiri ramai setiap weekend,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah mulai dari pusat sampai pemerintah desa juga totalitas melakukan kegiatan-kegiatan dengan memanfaatkan berbagai  fasilitas dari beberapa hotel yang ada di Gorontalo sebagai akomodasi. Dampaknya tentu tidak serta merta dinikmati oleh pengusaha, tetapi bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Gorontalo. 

“Mengapa demikian? Karena kita di Sulawesi, bahan baku untuk hotel itu tidak kita impor dari luar daerah, dengan alasan biaya distribusi yang mahal. Kita di Gorontalo tetap menggunakan produk lokal. Mari kita beli ikan dari nelayan, mari kita beli ayam dari sekitar Gorontalo,” bebernya.

Dengan alasan itu, membuat hotel-hotel di Gorontalo sebenarnya telah memberikan dampak positif kepada masyarakat. Terlebih lagi, di Provinsi Gorontalo sudah ada pergurun tinggi yang memiliki Jurusan Pariwisata yakni Universitas Negeri Gorontalo. Sehingga mampu meningkatkan SDM bidang pariwisata dan perhotelan untuk lebih profesional dan terampil.

Namun, karena hotel yang ada di Gorontalo masih terbatas baik dari segi pelayanan, jumlah kamar dan meeting room sehingga hal tersebut membuat beberapa kegiatan besar yang akan dilaksanakan Gorontalo tertunda. 

Alasan perlunya meningkatkan jumlah hotel di Gorontalo, Alain John-John Siwy adalah semakin banyaknya hotel, maka akan semakin mengelaborasi tingkat layanan. Semua akan berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik, SDM akan terus naik serta akan menjadi lebih profesional dan terampil.  (***)

 

Penulis: Rita Setiawati

(Visited 92 times, 1 visits today)

Komentar