Selasa, 26 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diperiksa Kejati, Ada apa dengan Indra?

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 1 Agustus 2018 | 15:50 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Empat tersangka dugaan korupsi pembangunan Pasar Pontolo, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) kini menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Gorontalo.

Meski begitu, pengusutan kasus yang merugikan negara sekitar Rp 6,2 miliar itu terus berlanjut. Kemarin, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo memeriksa Bupati Gorut Indra Yasin. Kenyataan itu menimbulkan tanda tanya; Ada apa dengan Indra?

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id (Gorontalo Post Grup), Indra Yasin tiba di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo sekitar pukul 10.00 wita. Indra datang ke Kejati menggunakan mobil fortuner hitam dengan plat nomor berwarna hitam. Begitu tiba di Kejati, Bupati Gorut terpilih Pilkada 2018 itu langsung masuk ke ruang Pidana Khusus (Pidsus). Pemeriksaan berlangsung tertutup hingga pukul 13.00 wita.

BACA  Pemeran Video Cekoki Miras ke Bayi Diringkus Polisi

Usai diperiksa, Indra yang mengenakan setelan kemeja bergaris-garis itu mengaku dirinya menjalani pemeriksaan dalam kapasitas saksi.

“Seputar pembangunan pasar Pontolo. Sebagai saksi,” ujar Indra Yasin saat dihampiri Hargo.co.id (Gorontalo Post Grup) di pintu depan Kejati Gorontalo.

Menurut Indra, dalam pemeriksaan dirinya sudah menjelaskan kepada penyidik seputar pembangunan pasar Pontolo.

“Semua sudah dijelaskan ke Jaksa,” kata mantan Sekretaris Deprov Gorontalo itu bergegas menuju ke mobilnya.

Sementara itu Kajati Gorontalo Dr.Firdaus Dewilmar melalui Aspidsus Abd. Qohar AF menyampaikan, Indra Yasin diperiksa dalam kapasitas saksi berkaitan pembangunan pasar Pontolo 2015.

BACA  Dipasok dari Sulteng, Polsek KPG Gagalkan Penyelundupan 90 Ekor Anjing

“Kita baru saja meminta keterangan yang bersangkutan sebagai saksi pada kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Desa Pontolo tahap satu dan dua,” ujar Abd. Qohar AF saat diwawancarai, Selasa (31/7).

Menurut Abd.Qohar, Indra diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka SO alias Lin, yang menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan Pasar Pontolo tahap I dan II.

“Pak Indra dimintai kesaksiannya sebagai bupati karena anggaran pembangunan berasal dari APBN Kementerian Perdagangan. Awalnya Pak Bupati yang mengajukan proposal, sehingga Pak Bupati dimintai keterangan karena mengetahui prosesnya,” urai Abd. Qohar.

Lebih lanjut Abd.Qohar mengatakan, dari hasil pemeriksaan atas proyek yang dilaksanakan terdapat kekurangan volume dan kualitas. Hal itu didasarkan pada hasil audit yang dilaksanakan oleh Politeknik Manado.

BACA  Ini Reaksi Keluarga Habibie-Sidiki Usai Menyimak Pernyataan Adhan Dambea

“Dari hasil perhitungan terhadap kerugian negara untuk proyek tahap I dan II senilai Rp 6,2 miliar. Dan hasil perhitungan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga sama,” kata Abd. Qohar.

Sebagaimana diketahui, pembangunan pasar pontolo tahap I dan II menyeret empat tersangka. Masing-masing MA alis Muhtar (mantan Kepala Dinas Koperindag Gorut), RM alias Rahmat( Direktur PT Catur Indah Agra), SN alias Syafrudin (pelaksana Kontrak Pengawasan pada CV. Orizativa Konsultan) serta HH (Direktur PT Aneka Karya Pratama).

Saat ini keempat tersangka tersebut sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Gorontalo.(tr60/gp/hg)


Komentar